Nilai tukar petani yang di bawah titik impas berbahaya karena akan semakin menekan daya beli petani
Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik mencatat Nilai Tukar Petani pada Juni 2020 sebesar 99,60 atau naik 0,13 persen dari catatan Mei 2020 sebesar 99,47. Angka ini pun masih jauh di bawah titik impas sebesar 100.
Kenaikan NTP Juni 2020 ini pun dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani naik sebesar 0,23 persen, lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani sebesar 0,11 persen. 2 dari 3 halamanSubsektor HortikulturaSementara itu, NTP pada dua subsektor lainnya mengalami penurunan, yaitu Subsektor Hortikultura sebesar 1,15 persen, dan Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,04 persen.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Turun Sejak awal Tahun, Nilai Tukar Petani Mulai Naik |Republika OnlineNTP Juni naik sebesar 0,13 persen menjadi 99,6 dari bulan sebelumnya 99,47.
Baca lebih lajut »
Meski Pandemi, Elon Musk Minta Karyawan Giat Produksi MobilMusk meminta pada karyawan untuk cepat membangun dan mengirimkan kendaraan di akhir kuartal untuk mencapai target secara spesifik.
Baca lebih lajut »
Tetap Genjot Tes Meski PSBB Berakhir - Nasional - koran.tempo.coJawa Barat mewaspadai penularan Covid-19 di pasar, terminal, stasiun, dan tempat wisata.
Baca lebih lajut »
Menteri Inggris Sebut Proyek Infrastruktur Lanjut Meski Covid-19Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel, mengatakan pemerintah ingin melanjutkan pembangunan di tengah pandemi Covid-19. inggris COVID19
Baca lebih lajut »
Ini Jawaban Rhoma Irama Tetap Manggung Meski Diboikot Bupati BogorBelum lama ini Rhoma Irama diboikot oleh Bupati Bogor manggung di acara khitanan. Tapi, si Raja Dangdut ternyata tetap tampil. Ini jawaban Rhoma Irama! RhomaIrama via detikhot
Baca lebih lajut »
China Izinkan Penggunaan Vaksin untuk Militer Meski Uji Coba Belum RampungChina telah menyetujui penggunaan vaksin potensial yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi dengan People's Liberation Army untuk angkatan bersenjata militer. China via detikHealth
Baca lebih lajut »