PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) melaporkan telah menyerap 53 persen dana hasil penawaran umum perdana atau IPO yang dilaksanakan pada 18 April 2023.
Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Linkedin Telegram Tautan Tersalin A- A+ Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten baterai kendaraan listrik PT Merdeka Battery Materials Tbk. melaporkan telah menyerap 53 persen dana hasil penawaran umum perdana atau IPO yang dilaksanakan pada 18 April 2023 lalu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan .
Dana IPO lainnya digunakan untuk modal kerja Perseroan seperti biaya karyawan, biaya jasa profesional dan biaya keuangan, dan membiayai modal kerja PT Zhao Hui Nickel , seperti pembelian bahan baku utama, bahan baku pembantu, biaya listrik, serta biaya karyawan. "Selama proses penawaran umum, minat investor di porsi penjatahan terpusat cukup tinggi hingga terjadi kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 19,9 kali. Besarnya minat investor terhadap saham MBMA ini membuat perusahaan menerbitkan tambahan sebanyak 549.999.900 saham baru," kata Presiden Direktur MBMA Devin Ridwan dalam keterangannya, Selasa .
"Perseroan optimis pada tahun 2023 kinerja MBMA akan bertumbuh positif. Peningkatan pendapatan diproyeksikan akan berasal dari beroperasinya pabrik smelter Rotary Kiln Electric Furnace [RKEF] ZHN yang memiliki target kapasitas terpasang 50.000 ton Ni dalam bentuk Nickel Pig Iron [NPI] per tahun, proyek AIM dan PT Huaneng Metal Industry [HNMI], fasilitas konversi high-grade nickel matte [HGNM], yang 60 persen sahamnya baru saja diakuisisi oleh Perseroan," imbuh Devin.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
RUPST, Merdeka Battery Materials (MBMA) Rombak Jajaran DireksiMerdeka Battery (MBMA) merombak jajaran direksinya setelah mengangkat Andrew Phillip Starkey sebagai Direktur Perseroan dalam RUPST hari ini (30/6/2023).
Baca lebih lajut »
5 Bulan Penyanderaan Pilot Susi Air, Tuntutan Papua Merdeka Mustahil Dipenuhi | merdeka.comSudah lima bulan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dipimpin Egianus Kogoya menyandera pilot Susi Air Kapten Philip Mark Merthens (37). Kelompok ini menuntut tebusan yang mustahil dipenuhi untuk membebaskan pria berkebangsaan Selandia Baru itu.
Baca lebih lajut »
IPO Bursa Indonesia Paling Ramai di Asia, BEI Pastikan Sudah SelektifBEI tak selalu menerima pengajuan IPO oleh calon emiten sebagai upaya seleksi. Tingkat penolakan bisa mencapai 30 persen.
Baca lebih lajut »
Grup Akseleran (AKSL) Siap IPO, Pasang Harga Rp100-Rp120 per SahamAkselerasi Usaha Indonesia (AKSL) yang membawahi perusahaan P2P Lending Akseleran berencana IPO dengan potensi dana hingga Rp358,61 miliar
Baca lebih lajut »
Banyak Saham Baru IPO Harganya Susut Nyaris Rp 1, BEI: Kami Pastikan Tetap SelektifMenurut BEI ada beberapa perusahaan yang memiliki harga saham Rp 50 rupiah tapi memiliki kinerja bagus, tetap profitable, dan bagi hasil.
Baca lebih lajut »
Operator Thrift Store Peroleh Valuasi Hampir US$4 Miliar saat IPO di Wall StreetHarga saham operator thrift store Savers Value Village sempat melejit 37,6 persen saat perdagangan hari pertama.
Baca lebih lajut »