Paguyuban Petani Mandiri Pangan Kabupaten Cilacap, Kecamatan Majenang, Jawa Tengah, mendesak Ketua KPK Firli Bahuri untuk menelisik keberadaan mafia di balik kebijakan impor beras.
Ketua paguyuban Muhammad Ilyas menilai, kebijakan tersebut menyakiti petani karena dilakukan menjelang panen raya sehingga akan merusak harga jual beras petani. “Ketua KPK segera usut ini, apa ada mafia di sana? Terus terang kami sangat kecewa, karena sejak dulu kalau sudah impor jelang panen pasti yang rugi petani, beras jadi murah,” kata Ilyas, saat menyampaikan aksi protes di area persawahan, Kecamatan Majenang, kemarin.
"Kalau alasannya mau nahan harga di pasar , kenapa harus mengorbankan petani? Wong pemerintah saja biasa beli murah kok ke petani, apalagi dirusak dengan impor begini,” ungkapnya.Ilyas juga heran dengan narasi satu pihak pemerintah yang menyebut hasil produksi dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan beras domestik. Sebab sepanjang pengamatannya, pada tahun 2022 rata-rata petani tidak mengalami penurunan hasil panen. Sebaliknya, produksi cenderung meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Alih-alih percaya dengan narasi tersebut, pihaknya justru curiga ada pihak yang sengaja memainkan tingkat penyerapan beras petani sehingga cadangan beras pemerintah menjadi tidak memadai. "Mohonlah jangan permainkan petani, sedih Pak, apa-apa pangan impor padahal dalam negeri melimpah, ujung-ujungnya korupsi,” tegasnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Diduga Ada Mafia Impor Beras, Petani di Cilacap Minta Firli UsutPuluhan petani yang tergabung dalam Paguyuban Petani Mandiri Pangan Kabupaten Cilacap, Kecamatan Majenang, Jawa Tengah, menggelar aksi yang meminta Ketua KPK Firli Bahuri untuk menelisik keberadaan mafia di balik kebijakan impor beras.
Baca lebih lajut »
Banyak Petani Belum Miliki Kartu Tani, DPRD : Permudah Petani Peroleh Pupuk |Republika OnlineHingga Kamis (12/1/2023), baru 25 persen Kartu Tani yang telah didistribusikan.
Baca lebih lajut »
Regenerasi Petani di Boyolali Minim, Anak Muda Pilih Bekerja di PabrikRegenerasi petani di Boyolali sangat rendah, jumlahnya hanya satu berbanding 10 total petani.
Baca lebih lajut »
Petani Cilacap Mengadu ke Ketua KPK Soal Kebijakan Impor BerasPaguyuban Petani Mandiri Pangan Kabupaten Cilacap, Kecamatan Majenang, Jawa Tengah mendesak Ketua KPK untuk menelisik kebijakan impor beras.
Baca lebih lajut »
Firli: Ada Oknum Elite Papua Mainkan Isu Politik untuk Rampok Uang NegaraFirli Bahuri menilai sejumlah oknum elite di Papua memainkan isu politik demi merampok uang negara.
Baca lebih lajut »
Cukai Rokok untuk Pertebal Bansos bagi Petani dan Pekerja di Industri TembakauDeputi III Kepala Staf Kepresidenan Edy Priyono menyampaikan 50% dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT) akan dialokasikan untuk bantalan sosial bagi petani/buruh tani dan tenaga kerja di industri tersebut.
Baca lebih lajut »