Menyorot Tradisi Perempuan Jalani Kawin Tangkap di NTT |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Menyorot Tradisi Perempuan Jalani Kawin Tangkap di NTT |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 45 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 21%
  • Publisher: 63%

Sempat viral perempuan 'diculik' sejumlah pria menangis, dan dimasukkan ke rumah.

Sempat viral perempuan 'diculik' sejumlah pria menangis, dan dimasukkan ke rumah. REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Sepekan lalu video yang menunjukkan seorang perempuan yang menangis dan berteriak saat digotong oleh sejumlah pria dan dibawa masuk ke satu rumah di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur , viral di media sosial .

Rambu mengaku, sangat menentang praktik kawin tangkap, yang menurut dia pelaksanaannya pada masa sekarang sudah melenceng jauh dari praktik pada masa lalu. Menurut dia, pada masa lalu perempuan yang menjalankan tradisi kawin tangkap. Pada zaman dulu, ia menuturkan, orang yang menjalankan praktik kawin tangkap harus berasal dari keluarga kaya karena beli atau mahar yang harus dibayarkan ke pihak perempuan besar.

Namun, menurut Rambu, sekarang praktik kawin tangkap lebih mengarah pada penculikan dan membuat kaum perempuan Sumba, khususnya di Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya, hidup dalam ketakutan.Peneliti Janet Alison Hoskin yang melakukan riset di Sumba Barat Daya dan Joel C Kuipers yang melakukan penelitian di Wawewa Sumba Barat, menyatakan, kawin tangkap bukanlah budaya atau tradisi, melainkan praktik yang terus-menerus berulang di Pulau Sumba.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

NTT Dapat Kebijakan Konkuren Kelola Taman Nasional Komodo |Republika OnlineNTT Dapat Kebijakan Konkuren Kelola Taman Nasional Komodo |Republika OnlineKonkuren adalah langkah istimewa karena tidak diperoleh provinsi lain di Indonesia.
Baca lebih lajut »

92.964 Warga Surabaya Telah Jalani Tes Cepat Covid-19 Gratis |Republika Online92.964 Warga Surabaya Telah Jalani Tes Cepat Covid-19 Gratis |Republika OnlineTes cepat dan tes usap massal akan terus dilakukan oleh Gugus Tugas Covid Surabaya.
Baca lebih lajut »

RUU Pemilu, DPR Diminta Perkuat Keterwakilan Perempuan |Republika OnlineRUU Pemilu, DPR Diminta Perkuat Keterwakilan Perempuan |Republika OnlinePartai politik harus menempatkan 30 persen caleg perempuan di nomor urut atas.
Baca lebih lajut »

Polisi Tangkap Penembak Kepala Desa |Republika OnlinePolisi Tangkap Penembak Kepala Desa |Republika OnlinePelaku menembak kepala desa karena merasa sakit hati.
Baca lebih lajut »

Polisi Tangkap Pemilik Warung Hidangkan Daging Penyu Hijau |Republika OnlinePolisi Tangkap Pemilik Warung Hidangkan Daging Penyu Hijau |Republika OnlineDaging penyu hijau diolah menjadi makanan berupa lawar hingga sate.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 22:07:36