Menyikapi Tren AI dalam Dunia Pendidikan dan Riset

Indonesia Berita Berita

Menyikapi Tren AI dalam Dunia Pendidikan dan Riset
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 hariankompas
  • ⏱ Reading Time:
  • 49 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 23%
  • Publisher: 70%

Pendidik tak dapat menolak disrupsi teknologi kecerdasan buatan, satu-satunya opsi adalah mengendalikan supaya tidak dikendalikan. Secanggih apa pun robot, manusia lebih unggul karena punya struktur otak yang kompleks. Opini AdadiKompas

). Tanggapan akademisi semestinya responsif dan adaptif. Namun sayangnya, di negara kita belum ada satu pun penelitian ilmiah yang mengupas hal ini. Pembahasan efekdi grup Whatsapp.

Alat deteksi tulisan hasil ChatGPT ini tentu memiliki fitur kelebihan dan kekurangan masing-masing. Wajib bagi pendidik di era VUCA ini untuk terbuka dan mau mempelajari hal baru sehingga tidak dibodohi oleh murid dan alat. Sementara itu, tugas menulis fungsinya untuk melatih dan menyambung neuron-neuron dalam otak melalui pemrosesan kata dan kalimat dari bacaan. Penggunaanhanya akan membuat otak semakin pasif. Penjelasan etika dapat disertai dengan hal ilmiah karena manusia di usia pembelajaran biasanya belum memiliki kesiapan untuk menerima nasihat.

Potensi penggunaan ChatGPT juga tidak kalah seru. Riset menangkap beberapa penelitian yang mendukung manfaat AI ini dalam kajian-kajian unik seperti efektivitas alat ini untuk mereduksi stres dan cemas/takut berlebihan berkonsultasi. Tantangan pendidik lebih kepada desain tugas yang memicu pertanyaan kreatif, bukan hanya tugas formalitas ala konvensional yang dapat dengan mudah ditanyakan pada ChatGPT.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

hariankompas /  🏆 8. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Fenomena Turunnya Pamor Sekolah Negeri: Minim Inovasi, SDM Pendidik Tak KompetenFenomena Turunnya Pamor Sekolah Negeri: Minim Inovasi, SDM Pendidik Tak KompetenDari tahun ke tahun banyak sekolah dasar (SD) negeri yang kekurangan murid. Disebabkan berbagai faktor, namun paling terlihat adalah minimnya inovasi dalam pembelajaran sehingga kalah gengsi dengan swasta.
Baca lebih lajut »

Pemudik Diminta Menyeberang Sesuai Waktu Tertera di Tiket |Republika OnlinePemudik Diminta Menyeberang Sesuai Waktu Tertera di Tiket |Republika OnlineTren pergerakan penumpang yang akan kembali ke Jawa terus meningkat
Baca lebih lajut »

Apri/Fadia Ingin Perpanjang Tren Positif atas Aimsaard BersaudaraApri/Fadia Ingin Perpanjang Tren Positif atas Aimsaard BersaudaraApri/Fadia ingin mengulangi kemenangan atas pasangan Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard pada babak pertama BCA 2023 di Dubai, Uni Emirat Arab, Rabu (26/4/2023)
Baca lebih lajut »

Berkaca pada Tren Tahun Sebelumnya, Kapan Puncak Arus Balik Pemudik Angkutan Lebaran 2023?Korlantas Polri dan Menteri Perhubungan memprediksi bahwa puncak arus balik libur Lebaran tahun ini akan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama terjadi pada 24-25 April 2023 atau H+1 dan H+2, dan gelombang kedua akan terjadi pada tanggal 30 April (H+7) dan 1 Mei (H+8).  Apabila mengacu pada tahun 2022 dan 2019, pergerakan penumpang angkutan Lebaran mengalami kenaikan pada hari pertama hingga hari kelima setelah Idulfitri. Peningkatan tersebut menandakan bahwa arus balik telah dimulai, setelah sebelumnya jumlah penumpang sempat memuncak pada masa arus mudik. Setiap jenis transportasi memiliki pola tersendiri terkait kenaikan jumlah penumpang arus balik, meski ada sedikit kemiripan. Sebagai contoh, angkutan bus mengalami puncak jumlah penumpang arus balik pada H+2 di 2019 dan H+5 di 2022. Kemudian puncak arus balik pada angkutan udara terjadi pada H+3 di 2019 dan H+5 pada tahun lalu.  Perbedaan pola setiap tahunnya terjadi karena menyesuaikan dengan waktu pelaksanaan Idulfitri dan periode cuti bersama. Sebagai contoh, pada 2019 dan 2022 masa libur Lebaran lebih padat, yakni dalam satu pekan secara utuh. Hal ini karena pada 2019, Idulfitri jatuh pada Rabu dan Kamis, kemudian pada 2022, hari raya jatuh pada Senin dan Selasa. Sedangkan cuti bersama pada dua tahun itu jatuh pada hari-hari kerja di minggu pelaksanaan Idulfitri, alhasil masa libur terjadi dalam satu pekan secara utuh. Sedangkan pada tahun ini, puncak arus balik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, meski hari ini cuti bersama Idulfitri telah berakhir. Hal ini karena Senin, 1 Mei 2023 merupakan tanggal merah sehingga long weekend ini diperkirakan akan dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk memperpanjang masa liburnya. Bahkan pada kemarin, yang notabene H+1 Idulfitri, masih ada puluhan ribu penumpang kereta yang berangkat meninggalkan Jakarta dari Stasiun Pasar Senen dan Gambir.
Baca lebih lajut »

Cuti Bersama Habis, Arus Balik Mudik dari Sumatera ke Jawa Makin MeningkatCuti Bersama Habis, Arus Balik Mudik dari Sumatera ke Jawa Makin MeningkatASDP mengungkapkan tren pergerakan arus balik penumpang yang akan kembali menuju Pulau Jawa terus meningkat.
Baca lebih lajut »

Bukti Daya Tarik BRICS untuk Melawan Amerika SerikatBukti Daya Tarik BRICS untuk Melawan Amerika SerikatSebanyak 19 negara menyatakan minat untuk bergabung BRICS di tengah meningkatnya tren dedolarisasi.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 12:44:46