Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan bahwa sebanyak 50 perusahaan menyatakan minat berinvestasi di berbagai kawasan ...
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria dan Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menghadiri Diseminasi Hasil Riset dan Rekomendasi Kebijakan Tim Ekspedisi Patriot Tahun 2025 di Jakarta, Selasa .
ANTARA/Uyu Septiyati Liman. Jakarta - Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan bahwa sebanyak 50 perusahaan menyatakan minat berinvestasi di berbagai kawasan transmigrasi dengan potensi investasi senilai Rp180-240 triliun dalam empat tahun ke depan. "Simulasi lintas kampus memperkirakan potensi investasi masuk ke kawasan transmigrasi mencapai Rp180-240 triliun dalam empat tahun ke depan," katanya di Jakarta, Selasa. Ia mengatakan tim tersebut juga memproyeksikan investasi mampu menyerap hingga 200 ribu tenaga kerja baru, yang diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian di daerah transmigrasi. Ia menyampaikan, menurut riset TEP, sejumlah kawasan strategis yang berpotensi menjadi tujuan investasi antara lain Kawasan Transmigrasi Kaliorang di Kalimantan Timur dengan potensi di sektor tambang, sawit, dan pelabuhan.memorandum of understanding ), contoh dengan LX International Corp dari Korea Selatan, itu mereka akan masuk investasi Rp1,2 triliun untuk pelabuhan," ucap Iftitah. Terdapat juga rencana investasi sebesar Rp5 triliun di Kawasan Transmigrasi Melolo, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, yang memiliki potensi pengembangan pabrik gula, industri tebu, beserta bioetanol. Sementara di Merauke, Papua Barat, investasi yang berpotensi masuk bernilai lebih dari Rp100 triliun untuk mengembangkan potensi perikanan, kelautan, dan tebu. Berdasarkan skalanya, lanjut Iftitah, investasi senilai Rp500 juta hingga Rp3 miliar cukup untuk membangun fasilitas alat pengering produk pertanian bertenaga surya dan minyak atsiri pala pada skala desa. Pada skala kawasan, investasi sebesar Rp2-10 miliar dibutuhkan untuk mengembangkan rice milling unit atau mesin penggiling untuk komoditas singkong maupun jagung dengan kapasitas 5-10 ton per hari. Investasi sejumlah Rp15-25 miliar dibutuhkan untuk pengembangan sentra industri kecil dan menengah , pabrik pengolahan VCO, fasilitas, serta koridor logistik laut pada skala kepulauan dan berpotensi menaikkan pendapatan kawasan hingga 45-60 persen. Sedangkan untuk klaster sawit, pabrik berkapasitas 5-30 ton tandan buah segar per jam membutuhkan investasi Rp30-100 miliar dengan kebutuhan lahan 10-15 hektare. Sementara, pengembangan rumah potong hewan modern dan pengalengan ikan memerlukan investasi Rp15-50 miliar. Iftitah mengatakan masuknya investasi penting agar kawasan transmigrasi tidak lagi menjadi wilayah yang menghasilkan komoditas dengan nilai tambah rendah, tapi dapat bertransformasi menjadi pusat ekonomi baru dengan fasilitas produksi yang terintegrasi. Meskipun demikian, ia mengingatkan perlunya aturan dan pengawasan yang ketat agar investasi dan pengembangan ekonomi yang dilakukan tidak menjadi eksploitatif dan menimbulkan masalah lingkungan ke depannya. "Hal-hal yang seperti ini yang kami cari untuk diberdayakan. Tapi, pada prinsipnya, kami juga ingin keberlanjutan. Jangan sampai nanti ada eksplorasi malah nanti merusak lingkungan," ujarnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Menteri PKP Bangun Hunian Tetap di Sumut, Gandeng Yayasan Buddha Tzu ChiMenteri PKP Maruar Sirait menuturkan, pembangunan hunian tetap sebanyak 2.603 unit bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh,Sumatera Utara, Sumatera Barat dilakukan mulai Desember 2025.
Baca lebih lajut »
Menteri Mukhtarudin: Pekerja Migran Indonesia Sebagai Pejuang Ekonomi KeluargaJPNN.com : Menteri P2MI Mukhtarudin menekankan pekerja migran Indonesia bukan sebagai pahlawan devisa, tetapi sebagai pejuang ekonomi keluarga.
Baca lebih lajut »
Transmigrasi Disiapkan Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi BaruKementerian Transmigrasi dorong peran kampus dalam transformasi transmigrasi melalui Tim Ekspedisi Patriot, menciptakan ekonomi baru berbasis potensi lokal.
Baca lebih lajut »
Wilayah Transmigrasi Tanjung Banon Jadi Pilot Project Budidaya AlpukatKementerian Transmigrasi siapkan proyek budidaya alpukat di Tanjung Banon, Barelang. Program ini bertujuan tingkatkan ekonomi lokal dan agrowisata.
Baca lebih lajut »
Kementrans Sebut Koperasi di Kawasan Transmigrasi Dongkrak EkonomiWamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menekankan pentingnya sinergi dengan kementerian dan lembaga lain untuk memberdayakan koperasi di kawasan transmigrasi.
Baca lebih lajut »
Kementrans proyeksi kawasan transmigrasi sumbang ekspor Rp120 triliunTim Ekspedisi Patriot (TEP) Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memproyeksikan kawasan transmigrasi di Indonesia mampu menciptakan nilai ekspor baru sebesar ...
Baca lebih lajut »




