Investor SBN Ritel kian luas dari mahasiswa hingga ibu rumah tangga.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan surat berharga negara ritel tersedia agar masyarakat Indonesia tak lagi tertipu dan terjerat investasi ilegal.
Baca Juga Menurut dia, saat ini masyarakat Indonesia sudah semakin melek dalam berinvestasi sehingga terus ingin membeli SBN ritel. Bahkan, terdapat beberapa masyarakat yang meminta tambahan alokasi saat kuota SBN ritel sudah habis. Keinginan tersebut seiring dengan masyarakat yang membutuhkan instrumen investasi yang baik, dapat dipercaya, dan menjaga nilai tabungan. Pasalnya instrumen investasi lain seperti saham terkadang membuat investor merugi saat harganya sedang turun, berbeda dengan SBN yang tidak akan berkurang nilainya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Menkeu: SBN ritel tersedia agar publik tak tertipu investasi ilegal'Kalau saya tidak mengeluarkan SBN, Anda yang punya tabungan nanti bingung menaruh uang dimana, akhirnya masuk ke pinjaman-pinjaman online itu,' ujar Sri Mulyani.
Baca lebih lajut »
SBN Ritel Dirilis Biar Warga Tak Terjerat Investasi IlegalSaat ini masyarakat Indonesia sudah semakin melek dalam berinvestasi sehingga terus ingin membeli SBN ritel.
Baca lebih lajut »
P/E Ratio: Cara Mudah Menilai Saham untuk Investor RitelMenilai saham murah atau mahal di sektor Consumer dapat menggunakan Price to Earnings Ratio (PER)
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani Ungkap Emak-emak Jadi Pembeli Surat Utang Paling BanyakSemakin banyaknya investor lokal yang membeli surat utang negara, maka Menkeu yakin ekonomi Indonesia akan terjaga.
Baca lebih lajut »
BI Catat Modal Asing Masuk Rp 4,96 Triliun, Mayoritas ke SBNBI mencatat aliran modal asing masuk bersih ke pasar keuangan domestik senilai Rp 4,96 triliun pada periode 30 Januari sampai 2 Februari 2023.
Baca lebih lajut »
Tsunami PHK di Mana-Mana, Raksasa Ritel AS Ini Tutup 87 TokoRaksasa ritel Amerika Serikat (AS), Bed Bath & Beyond, akan menutup 87 toko miliknya.
Baca lebih lajut »