Menkes: Angka Covid-19 Naik Disebabkan Varian Baru, Bukan Mobilitas Massa |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Menkes: Angka Covid-19 Naik Disebabkan Varian Baru, Bukan Mobilitas Massa |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 27 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 14%
  • Publisher: 63%

Indonesia mengalami sedikit kenaikan kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, sedikit kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir disebabkan oleh varian baru virus tersebut. Bukan karena mobilitas massa yang mulai tak dibatasi oleh pemerintah.

"Indonesia mempersiapkan diri, strategi penanganan pandemi salah satunya yang utama adalah kita memastikan memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi varian baru, yang tadinya menggunakan teknologi genome sequence, yang tadinya kita hanya punya 8 alat, sekarang kita punya 50 alat," ujar Budi. "Itu yang menyebabkan saat BA45 terjadi yang warna biru, Indonesia kenanya relatif rendah. Kemudian ada BQ1XBB yang terjadi warna ungu, Indonesia juga kenaikannya rendah, beda dengan negara-negara lain," sambungnya.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Provinsi Mana dengan Angka Balita Kekurangan Gizi Terbanyak?Provinsi Mana dengan Angka Balita Kekurangan Gizi Terbanyak?Laporan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 yang dirilis Kementerian Kesehatan menyebut bahwa angka stunting balita Indonesia pada 2022 adalah 21,6 persen, menurun dari 24,4 persen pada 2021. Angka stunting nasional mengalami penurunan konstan dalam enam survei yang dilakukan dalam 10 tahun terakhir. Di sisi lain, survei tersebut juga meneliti kondisi malnutrisi lainnya, seperti kekurusan (wasting), kekurangan berat badan (underweight), dan kelebihan berat badan (overweight). Stunting, wasting, dan underweight dikategorikan sebagai kekurangan gizi. Dari visualisasi peta di atas, tampak Aceh, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Sulawesi Barat menjadi provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi, yang ditandai dengan warna merah menyala pada wilayah masing-masing. Lima provinsi itu mencatatkan angka stunting pada balita di atas 30 persen. Bahkan Aceh dan Nusa Tenggara Timur juga merupakan salah dua provinsi dengan angka wasting dan underweight tertinggi di Indonesia, meski angkanya tidak setinggi prevalensi stunting. Ini menandakan tingkat kekurangan gizi di dua provinsi itu relatif tinggi dibanding daerah-daerah lainnya. Di sisi lain, Bali menjadi provinsi dengan tingkat kekurangan gizi terendah di Indonesia. Angka stunting, wasting, dan underweight di provinsi tersebut berada di bawah 10 persen. Meski angka balita kelebihan berat badan di pulau itu juga di bawah 10 persen, tetapi Bali tercatat sebagai salah satu dari lima provinsi dengan prevalensi balita overweight tertinggi se-Indonesia. Untuk menentukan kondisi malnutrisi pada balita, ada dua indikator yang dipakai, yakni umur serta tinggi badan. Penentuan stunting dan underweight didasari pada tinggi badan dan berat badan yang tidak ideal sesuai dengan standar umur balita. Sedangkan wasting dan overweight merupakan berat badan yang kurang atau berlebih dari standar ideal sesuai tinggi badan balita. Presiden Joko Widodo menargetkan angka stunting nasional dapat terus menurun hingga mencapai
Baca lebih lajut »

Ukraina: Lebih dari 1.000 Tentara Rusia Tewas dalam 24 Jam Terakhir |Republika OnlineUkraina: Lebih dari 1.000 Tentara Rusia Tewas dalam 24 Jam Terakhir |Republika OnlineAngka tersebut diklaim sebagai angka kematian tertinggi dalam sehari sejak perang
Baca lebih lajut »

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tinggi, tapi Tak Signifikan Turunkan Angka Kemiskinan | merdeka.comPertumbuhan Ekonomi Indonesia Tinggi, tapi Tak Signifikan Turunkan Angka Kemiskinan | merdeka.comtingginya pertumbuhan tersebut belum signifikan mendorong penurunan angka kemiskinan. Tercermin dari angka kemiskinan per September 2022 sebesar 9,6 persen, sedangkan per September 2021 berada di posisi 9,7 persen.,Kemiskinan,Pertumbuhan Ekonomi,Bappenas,Ekonomi Indonesia,Viral Hari Ini,Jakarta
Baca lebih lajut »

Sektor Usaha Paling Moncer di 2022, Ekonomi RI Tumbuh 5,3%!Sektor Usaha Paling Moncer di 2022, Ekonomi RI Tumbuh 5,3%!Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh sebesar 5,31%.
Baca lebih lajut »

Dua Cara Menkes Budi Tangani Covid-19 Setelah PPKM Dicabut |Republika OnlineDua Cara Menkes Budi Tangani Covid-19 Setelah PPKM Dicabut |Republika OnlinePenggunaan teknologi genome sequencing jadi cara untuk ketahui varian Covid-19 baru
Baca lebih lajut »

Sejarah Universitas Indonesia atau UI, Kampus Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2023Sejarah Universitas Indonesia atau UI, Kampus Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2023Universitas Indonesia atau UI adalah kampus terbaik di Indonesia versi Quacquarelli Symonds World University Ranking atau QS WUR 2023.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 13:25:00