Mengoptimalkan Peran Ayah dalam Pengasuhan: Terlibat di Tiap Momen, Dampingi Anak Atasi Masalah - Jawa Pos

Indonesia Berita Berita

Mengoptimalkan Peran Ayah dalam Pengasuhan: Terlibat di Tiap Momen, Dampingi Anak Atasi Masalah - Jawa Pos
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 jawapos
  • ⏱ Reading Time:
  • 39 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 19%
  • Publisher: 51%

Mengoptimalkan Peran Ayah dalam Pengasuhan: Terlibat di Tiap Momen, Dampingi Anak Atasi Masalah

kerap dijumpai. Kehadiran ayah secara fisik tidak dibarengi dengan keterlibatan secara emosional dan psikologis.menuturkan, anak belajar mengembangkan diri dari sisi sosial dan emosional dari sosok ayah. Karena itu, kurang adanya perhatian dari ayah bisa berdampak pada tumbuh kembang anak secara signifikan.Salah satunya, anak jadi tidak percaya diri. Anak pun merasa tidak aman di lingkungan sehingga cenderung menghindar. ’’Mudah merasakan kecemasan dan sulit mengelola emosi.

Anak laki-laki biasanya mencontoh dari ayahnya tentang peran seorang laki-laki. Anak perempuan tidak hanya belajar peran perempuan dari sang ibu, tetapi juga melihat bagaimana peran seorang laki-laki. ’’Jika di rumah ayahnya dominan, terlalu tinggi otoritasnya dan sang ibu tidak berdaya, anak cenderung menjadi takut untuk berdekatan dengan sosok lawan jenis. Begitu pun sebaliknya,’’ jelas Ratna.

Untuk itu, identitas gender harus dibangun dari dua belah pihak. Pengalaman positif terkait meniru peran, menyelesaikan tugas, dan norma-norma itu penekanannya justru harus diberikan seorang ayah.Untuk memaksimalkan peran, ayah harus terlibat dalam setiap kegiatan sejak anak bayi. Dengan begitu, ikatan emosi itu bisa terbentuk tanpa menunggu anak bisa berbicara.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

jawapos /  🏆 35. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Bayi yang Jenazahnya Disimpan Ayah di Freezer Meninggal dalam KandunganBayi yang Jenazahnya Disimpan Ayah di Freezer Meninggal dalam KandunganAyah menyimpan jenazah bayinya di freezer karena tak punya uang untuk pemakaman. Polisi menyebut bayinya itu meninggal dalam kandungan ibu.
Baca lebih lajut »

Kasus Ayah Simpan Jenazah Anaknya Dalam Freezer, Polisi Periksa Tetangga hingga Ketua RTKasus Ayah Simpan Jenazah Anaknya Dalam Freezer, Polisi Periksa Tetangga hingga Ketua RTPolisi memastikan bayi tersebut meninggal dunia sejak dalam kandungan.
Baca lebih lajut »

Fakta-fakta di Balik Ayah Simpan Jenazah Bayi dalam FreezerSejumlah fakta terungkap di balik ayah menyimpan jenazah bayi dalam freezer.
Baca lebih lajut »

Geger Ayah-Anak di Kalteng Ditemukan Tewas di Dalam Mobil, Diduga KeracunanGeger Ayah-Anak di Kalteng Ditemukan Tewas di Dalam Mobil, Diduga KeracunanWarga di Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) digegerkan dengan penemuan dua mayat ayah dan anak di dalam mobil.
Baca lebih lajut »

Sandiaga Uno soal Taylor Swift Konser 6 Hari di Singapura: Ada Peran PemerintahSandiaga Uno soal Taylor Swift Konser 6 Hari di Singapura: Ada Peran PemerintahMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno ikut angkat bicara soal penyanyi Amerika Serikat, Taylor Swift yang akan konser selama enam hari di Singapura pada 2024 mendatang. Sindonews news .
Baca lebih lajut »

Kronologi dan Alasan Ayah di Tangerang Simpan Jasad Bayinya di KulkasKronologi dan Alasan Ayah di Tangerang Simpan Jasad Bayinya di KulkasSeorang ayah berinisial S (30) di Tangerang, Banten menyimpan jasad bayinya di dalam kulkas karena tidak punya biaya untuk memakamkannya.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 07:05:44