Pemerintah India mengumumkan akan mengganti nama negara menjadi Bharat. Bagaimana kondisi ekonomi negara Tuan Takur itu?
-
Pada kuartal III 2022 terjadi perlambatan meskipun perekonomian masih kuat. Hal ini disebabkan oleh naiknya bunga acuan, pengetatan kondisi keuangan dan tingginya inflasi akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi India tahun 2023 dan 2025. Worldbank memprediksi pertumbuhan PDB riil diramal akan melambat menjadi 6,3%.Berdasarkan Badan Statistik Nasional mencatat pertumbuhan ekonomi negara tersebut mencapai 7,8% secara year on year pada bulan Juni.
Untuk konstruksi juga tumbuh kuat di angka 7,9%. Sementara sektor manufaktur meningkat 4,7% dibandingkan 4,5% pada kuartal sebelumnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
India Geger, Pemerintah Modi Ganti Nama India dengan Nama Kuno BharatPM Narendra Modi di India mengganti nama India dengan kata Sanskerta Bharat dalam undangan makan malam yang dikirim kepada tamu yang menghadiri pertemuan G20
Baca lebih lajut »
Beredar Kabar India Akan Ganti Nama Jadi Bharat, Apa Alasannya?Kabar pergantian nama India bermula dari pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi yang menggunakan kata 'Bharat' dalam undangan makan malam G20.
Baca lebih lajut »
Heboh, India Ganti Nama Jadi Bharat dalam Undangan Makan Malam KTT G20Dalam undangan makan malam KTT G20 2023, Presiden Droupadi Murmu ditulis sebagai presiden Bharat bukan presiden India.
Baca lebih lajut »
PM Modi Ganti Nama India Jadi Bharat di Undangan Makan Malam KTT G20Pemerintahan PM Narendra Modi mengganti India menjadi nama Sanskerta, Bharat, di undangan makan malam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.
Baca lebih lajut »
Kontroversi Penggantian Nama Negara India Menjadi Bharat saat KTT G20Kontroversi kini tengah menyelimuti negara India setelah pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi menyebut negara itu sebagai Bharat dalam undangan resmi untuk acaraG20
Baca lebih lajut »