Sudah dua tahun terakhir, Pondok Pesantren Salafiyah Al Maemun seperti mati suri.
REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN --- Tak ada satu pun santri yang mengaji di pesantren yang berada di Desa Sindang Barang, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan itu. Padahal dulunya, santri di pesantren ini cukup banyak. Menurut Kepala Tsanawiyah Al Maemun, Cecep Sulaiman pada saat awal berdirinya Ponpes Salafiyah Al Maemun memiliki sekitar 70 santri.
Baca Juga “Tidak ada yang melanjutkan, kemudian memanggil pengajar dari luar tapi ustaznya berkeluarga akhirnya boyong dengan istrinya, akhirnya pesantren terbengkalai,” kata Cecep saat ditemui Republika,co.id pada Senin . Sejumlah prestasi pun telah ditorehkan oleh terutama oleh para siswa Tsanawiyah Ponpes Salafiyah Al Maemun. Seperti tahun ini, dua siswanya berhasil meraih medali setelah menjuarai pencak silat tapak suci tingkat Jawa Barat.
Sementsea itu pihak Yayasan Pendidikan Islam Al Maemun bersama pimpinan Tsanawiyah dan Aliyah pun kini tengah berupaya untuk menghidupkan lagi Pesantren Salafiyah Al Maemun. Dalam setiap pertemuan dengan wali murid baik Tsanawiyah dan Aliyah, pihak Yayasan terus melakukan sosialisasi. Tak hanya itu, menurut Cecep pihaknya pun berupaya menggandeng donatur untuk membantu dalam pembiayaan santri nantinya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
6 Artis Ini Pernah Perankan Pahlawan di Film, Aktingnya MemukauBanyak cara untuk mengenang jasa para pahlawan adalah dengan menghidupkan lagi sosok-sosok pahlawan nasional.
Baca lebih lajut »
Pesantren Al Ikhlas Kuningan Tuan Rumah MHQ Ke-5 NasionalPesantren Al Ikhlas rutin menjadi tuan rumah MHQ.
Baca lebih lajut »
Asal Mula Rencana Pengembalian GBHN | Republika OnlineIde menghidupkan kembali GBHN didahului pengkajian yang mendalam.
Baca lebih lajut »
Hari Konstitusi, Ketua MPR Sampaikan Rencana Hidupkan GBHNKetua MPR mengatakan ide menghidupkan GBHN perlu pengkajian mendalam.
Baca lebih lajut »
Gelar Subling di KBB, Ridwan Kamil Paparkan Progres Program...Ridwan Kamil juga memaparkan progres program One Pesantren One Product. Menurut dia, terdapat 500 pesantren yang sedang...
Baca lebih lajut »
Gubernur Jabar: Program Satu Desa Satu Tahfiz Sudah JalanSaat ini ada 1.200 orang yang akan belajar di berbagai pesantren Tahfiz Al-Qur'an di Jawa Barat.
Baca lebih lajut »