UNESCO merupakan sebuah badan khusus yang dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB pada 1945.
Liputan6.com, Jakarta UNESCO merupakan kependekan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.
Berikut Liputan6.com ulas mengenai sejarah berdirinya UNESCO beserta tujuan dan lima programnya yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Jumat . Dikutip dari laman Kemdikbud, awal mula berdirinya UNESCO yakni dimulai pada tahun 1942 ketika negara-negara di Benua Eropa menghadapi Nazi dan sekutunya. Kemudian mereka duduk bersama di London untuk melakukan Konferensi Menteri Pendidikan Sekutu .
Delegasi negara-negara tersebut bertemu dalam konferensi yang bertujuan membentuk organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa yang menangani urusan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan, atau dengan kata lain UNESCO, pada tanggal 1 hingga 16 November 1945 di London. 2. Executive Board Executive board terdiri dari 58 negara anggota yang dipilih oleh General Conference, untuk masa kerja selama empat tahun. Anggota EB ini bertemu dua kali setahun, dan memiliki fungsi untuk mengkaji perkiraan anggaran dan program kerja UNESCO sebelum diadopsi oleh General Conference, serta mengawasi pelaksanaan program-program UNESCO.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Dukung Karya Anak Bangsa, PNM Hadirkan MEA 2023Madani Entrepreneur Academy (MEA) dihadirkan kembali oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di tahun 2023 dengan gemparkan produk-produk karya anak bangsa.
Baca lebih lajut »
Lirik Gibran Jadi Cawapres Prabowo, PBB: Tidak Boleh Takut Keluar Partai Demi BangsaSosok Gibran yang masih muda dipandang layak dan cocok untuk menjadi pemimpin muda. Namun, Gibran enggan menanggapi soal usulan PBB tersebut.
Baca lebih lajut »
Imam Pituduh: Kiai Said Aqil Itu Pemimpin Bangsa, Bukan Kelas Kapten Timnas PemenanganSekretaris LPOI Imam menegaskan Buya Kiai Said Aqil itu pemimpin bangsa, bukan kelas kapten Timnas pemenangan.
Baca lebih lajut »
Respons Sanggam Hutapea Setelah Unesco Beri Kartu Kuning untuk Kaldera Toba, SimakDPR harus memberikan perhatian serius ke kawasan Danau Toba setelah Unesco beri kartu kuning akibat minimnya aksi sejak ditetapkan sebagai Global Geopark 2...
Baca lebih lajut »
Kapolres Sebut Kasus Bully di Cilacap Jadi Perhatian UNESCOKapolresta Cilacap Kombes Fannky Ani Sugiharto mengaku kasus bully yang menimpa siswa SMP menjadi perhatian UNESCO.
Baca lebih lajut »
LPOI Tegaskan Said Aqil Pemimpin Bangsa, Bukan Kapten Pemenangan CapresSekretaris LPOI Imam Pituduh menegaskan bahwa KH Said Aqil Siroj merupakan sosok pemimpin bangsa, bukan kapten pemenangan dari capres-cawapres tertentu.
Baca lebih lajut »