Mengaku Bisa Sembuhkan Covid-19 dengan Cium Tangan, Orang Suci India Meninggal karena Virus Corona

Indonesia Berita Berita

Mengaku Bisa Sembuhkan Covid-19 dengan Cium Tangan, Orang Suci India Meninggal karena Virus Corona
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 kompascom
  • ⏱ Reading Time:
  • 34 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 17%
  • Publisher: 68%

Si orang suci itu disebut sudah menularkan 20 pengikutnya dengan virus corona.

Jumat , otoritas India mulai melacak siapa saja yang kontak dengan pria itu dan menerapkan swab test ke 40 orang.

Hasilnya, 20 sampel terbukti positif wabah yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, China, termasuk tujuh orang anggota keluarga si orang suci itu.memperingatkan, dia memninta praktik serupa karena begitu berbahaya di tengah ancaman gelombang baru. Badan kesehatan lokal disebut mengidentifikasi 29 orang yang melakukan"praktik pengusiran virus corona", dan mengarantina mereka.

Saat ini, Negeri"Bollywood" sudah melaporkan 298.283 kasus Covid-19, dengan 8.398 orang di antaranya dinyatakan meninggal.Meningkatnya infeksi terjadi setelah pemerintah mulai melonggarkan aturan lockdown, dengan Kamis , mereka mencatatkan 10.000 kasus.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

kompascom /  🏆 9. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Menaker: Pekerja terdampak COVID-19 bisa lebih dari 3 juta orangMenaker: Pekerja terdampak COVID-19 bisa lebih dari 3 juta orangMenteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan kemungkinan jumlah pekerja yang dirumahkan atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat ...
Baca lebih lajut »

Anggaran pilkada saat pandemi COVID-19 bisa dua kali lipatAnggaran pilkada saat pandemi COVID-19 bisa dua kali lipatKepala Biro Pemerintahan dan Kerjasama Setda Pemprov Jawa Barat (Jabar), Dani Ramdan, mengatakan anggaran untuk melakukan pilkada di tengah pandemi COVID-19 dua kali lipat bahkan bisa berkali-kali lipat dibanding pemilu biasa.
Baca lebih lajut »

Kabaharkam: Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 Bisa DipidanaKabaharkam: Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 Bisa DipidanaPihak kepolisian akan mengambil langkah hukum terkait maraknya aksi pengambilan paksa jenazah Covid-19 di sejumlah rumah sakit.
Baca lebih lajut »

Pengambilan paksa jenazah PDP Covid-19: ‘Bisa dibayangkan bagaimana sakitnya sanksi sosial yang kami dapatkan’Pengambilan paksa jenazah PDP Covid-19: ‘Bisa dibayangkan bagaimana sakitnya sanksi sosial yang kami dapatkan’Upaya pengambilan paksa jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 oleh kerabat terus terjadi di sejumlah daerah, acap kali dengan mengerahkan massa. Psikolog sosial mengatakan fenomena ini mencerminkan 'emosi negatif masyarakat' di tengah ketidakpastian akibat pandemi.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 17:23:54