Mendikbud: Pernikahan massal SMK-Industri Itu Menguntungkan |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Mendikbud: Pernikahan massal SMK-Industri Itu Menguntungkan |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 31 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 16%
  • Publisher: 63%

Esensi dari program ini baik SMK maupun industri akan saling menguntungkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengatakan 'pernikahan massal' antara sekolah menengah kejuruan dengan industri akan saling menguntungkan satu sama lain."Esensi dari program ini baik SMK maupun industri akan saling menguntungkan," ujar Nadiem dalam webinar di Jakarta, Sabtu . Baca Juga Dia menjelaskan 'pernikahan massal' antara SMK dan industri tidak hanya sekadar kerja sama biasa.

Kalau belum ada surat dan pernyataan akan merekrut lulusan tersebut, maka itu berarti industri masih tidak yakin dengan kualitas lulusan sekolah itu."Kalau sudah ada surat itu, berarti kalau saya sudah teken menerima lulusan untuk kerja di industri, itu baru pernikahan yang sah," kata dia. Nadiem menjelaskan industri membutuhkan banyak sekali sumber daya manusia siap kerja. Akan tetapi ketersediaannya tenaga kerja yang ada kurang memadai bahkan lulusan SMK banyak yang menganggur. Hal itu terjadi karena kompetensi lulusan yang dihasilkan SMK tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh industri.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Mendikbud: 'Pernikahan massal' SMK dan industri saling menguntungkanMendikbud: 'Pernikahan massal' SMK dan industri saling menguntungkanMendikbud menjelaskan 'pernikahan massal' antara SMK dan industri tidak hanya sekedar kerja sama biasa. Tetapi kerja sama yang intens mulai dari penyusunan kurikulum, pembelajaran, hingga praktik kerja industri dirancang secara bersama-sama. SMK
Baca lebih lajut »

Mendikbud: Pendidikan SMK Harus Jalani “Pernikahan” dengan IndustriMendikbud: Pendidikan SMK Harus Jalani “Pernikahan” dengan IndustriMendikbud Nadiem Makarim mengatakan, 'link and match' di pendidikan SMK dengan dunia industri dianalogikan dengan pernikahan.
Baca lebih lajut »

Mendikbud: Kepala SMK Harus Jadi CEO Industri MiniMendikbud: Kepala SMK Harus Jadi CEO Industri MiniKalangan industri hadir dalam pendidikan vokasi, mulai penyusunan kurikulum hingga turut aktif menjadi tenaga pendidik di SMK.
Baca lebih lajut »

Mendikbud: Pendidikan SMK Harus Jalani “Pernikahan” dengan IndustriMendikbud: Pendidikan SMK Harus Jalani “Pernikahan” dengan IndustriMendikbud Nadiem Makarim mengatakan, 'link and match' di pendidikan SMK dengan dunia industri dianalogikan dengan pernikahan.
Baca lebih lajut »

Mendikbud: 'Pernikahan massal' SMK dan industri saling menguntungkanMendikbud: 'Pernikahan massal' SMK dan industri saling menguntungkanMendikbud menjelaskan 'pernikahan massal' antara SMK dan industri tidak hanya sekedar kerja sama biasa. Tetapi kerja sama yang intens mulai dari penyusunan kurikulum, pembelajaran, hingga praktik kerja industri dirancang secara bersama-sama. SMK
Baca lebih lajut »

Mendikbud Cetuskan Istilah Penikahan Massal Pendidikan dengan Industri, Apa Maknanya?Mendikbud Cetuskan Istilah Penikahan Massal Pendidikan dengan Industri, Apa Maknanya?Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menjelaskan soal munculnya istilah pernikahan massal antara dunia pendidikan dengan dunia industri.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 08:15:15