Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan kenaikan harga bahan pangan bisa tetap dikendalikan
Liputan6.com, Jakarta . Mengingat adanya tren kenaikan harga saat ramadan ini untuk beberapa harga pangan.
Menurut Mendag Zulkifli, kenaikan harga ini wajar terjadi karena meningkatnya permintaan dari konsumen. Namun, poin pentingnya adalah kenaikannya bisa dikendalikan. "Karena memang setiap lebaran, karena permintaannya banyak ya hukumnya dagang pasti adanya naik. Yang penting stoknya cukup, stoknya berlebih dan kenaikan itu bisa dikendalikan," sambung Mendag.
Sehingga, harga di pasaran tidak terpengaruh signifikan akibat minimnya stok akibat kenaikan permintaan. Zulkifli mengatakan anggaran buka puasa bersama di kalangan pejabat pemerintahan akan lebih bermanfaat jika bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Harga Pangan Hari Ini 30 Maret: Harga Cabai, Bawang, Beras Kompak Turun!Harga cabai, beras, bawang hingga minyak goreng mengalami penurunan. Berikut daftar harga pangan hari ini, Kamis (30/3/2023).
Baca lebih lajut »
Antisipasi Kenaikan Harga Saat Lebaran, Jokowi Ingatkan Jaga Pasokan Bahan Pangan |Republika OnlineHingga saat ini, Jokowi mengatakan pasokan dan harga kebutuhan pangan masih aman.
Baca lebih lajut »
Daftar Harga Pangan Nasional 29 Maret 2023: Beras, Daging hingga Cabai Rawit TurunPekan pertama Ramadhan 2023, seluruh harga komoditas pangan terpantau mengalami penurunan.
Baca lebih lajut »
Keterjangkauan Harga Pangan Berdampak pada Kemampuan Daya BeliKestabilan harga bukan lagi menjadi satu-satunya yang menentukan keterjangkauan masyarakat terhadap pangan. Pemerintah perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli
Baca lebih lajut »
Video: Awal Ramadan, Harga Pangan Masih Terpantau NaikAwal Ramadan, Harga Pangan Terpantau Naik
Baca lebih lajut »
Badan Pangan Nasional Kirim 1.400 Ton Beras ke NTT untuk Turunkan HargaBadan Pangan Nasional (Bapanas) menggelontorkan 1.400 ton beras ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menekan harga komoditas tersebut yang sudah sangat tinggi.
Baca lebih lajut »