Untuk meningkatkan perekonomian Indonesia, Mendag ajak gunakan produk dalam negeri.
REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Kementerian Perdagangan RI mengajak masyarakat menggunakan produk dalam negeri. Upaya ini tak lain untuk membantu meningkatkan perekonomian Indonesia.
"Saya jujur sampaikan itu," kata Enggartiasto kepada wartawan di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, Jumat . Enggartiasto sebelumnya menyebut, Uni Eropa sebagai negara tujuan ekspor yang paling besar. Begitu pula dengan Amerika Serikat yang saat ini pertumbuhan ekonominya mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan prediksi Bank Dunia , laju ekonomi akan menurun dari 2,3 menjadi 1,6 persen.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
KPK Pertimbangkan Hadirkan Mendag di Persidangan Bowo SidikKPK pertimbangkan memanggil Mendag Enggartiasto Lukita ke meja persidangan terdakwa Bowo Sidik. Selama ini Enggar selalu mangkir saat pemeriksaan di KPK.
Baca lebih lajut »
Anak Buah Mendag Enggar Diperiksa KPK soal Impor Bawang PutihKPK menyayangkan sikap Sekjen Kemendag dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang kerap mangkir dari pemeriksaan kasus izin impor bawang putih.
Baca lebih lajut »
Mendag Angkat Bicara soal Wacana Penggabungan Kemendag dan KemluMenteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan perubahan nomenklatur Kemendag merupakan hak prerogatif Presiden.
Baca lebih lajut »
Mendag Minta Bulog Optimalkan Operasi PasarMendag optimistis Bulog mampu melakukan itu lantaran stok di gudang perusahaan umum milik negara tersebut mencukupi.
Baca lebih lajut »
Musim Tanam Mundur, Mendag Minta Pasokan Pangan Jangan TerlambatEnggar menambahkan, sesuai perintah Presiden Joko Widodo, maka semua pihak harus mengacu pada data tunggal dari Biro Pusat Statistik (BPS).
Baca lebih lajut »
Mendag Khawatir Perang Dagang AS-Uni Eropa Berdampak ke RIMenteri Perdagangan Enggartiasto Lukita khawatir perang dagang antara AS dengan Uni Eropa bisa mengganggu ekspor dan ekonomi Indonesia.
Baca lebih lajut »