Mencermati mahalnya investasi tol Sumatra. LaporanKhas
ntuk menyelesaikan JTTS ini. Direktur Keuangan Hutama Karya, Anis Anjayani, mengungkapkan estimasi kebutuhan
investasi untuk menyelesaikan JTTS sepanjang 2.765 km adalah Rp467 triliun. Biaya investasi ini tidak termasuk biaya pembebasan tanah.Sebagai gambaran, spesifikasi JTTS adalah lebar masing-masing jalur 9,2 meter. Di pinggir jalan juga akan dibuat bahu jalan dengan lebar masing-masing 2,5 meter, sedangkan di antara kedua jalur akan dipasang median selebar 2,25 meter.investasi Rp168,90 miliar. Bila dicermati, perbedaan investasi tiap ruas di JTTS ini memang sangat variatif.
ntuk ruas Palembang-Tanjung Api Api, ada rawa-rawa sepanjang 22 km. Untuk membangun jalan di area itu, dibutuhkan teknologi menyedot tanah hingga kedalaman 20 meter, lalu disuntik dengan semen.ntuk ruas Pekanbaru-Bukit Tinggi-Padang. Di ruas ini akan menggunakan. Teknologi sejenis digunakan untuk membangun MRT Jakarta. MRT menggunakan bor jenisntuk membuat terowongan menembus Bukit Barisan sepanjang 8,95 km di wilayah Payakumbuh. Bila tanpa terowongan ruas jalan tol bertambah sepanjang 11 km.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Investasi Emas Lebih Untung Dibanding Investasi Lain, Ini AlasannyaSaat ini investasi emas telah menjadi primadona di berbagai kalangan usia.
Baca lebih lajut »
Mahalnya Harga Cabai Jadi Biang Kerok Inflasi
Baca lebih lajut »
Nestle Tambah Investasi Rp1,4 Triliun Untuk Perluas PabrikPT Nestle Indonesia meningkatkan investasi di tiga pabriknya yang berlokasi di Karawang, Pasuruan, dan Bandar Lampung mencapai...
Baca lebih lajut »
Investasi Asing Tak Akan Mampir jika Peran BUMN Masih DominanSalah satu alasan engganya investor asing menanamkan modalnya di Indonesia adalah dominasi pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Baca lebih lajut »
Sri Mulyani Optimistis Investasi Bakal Meningkat, Ini AlasannyaKondisi inflasi yang terjaga rendah bakal terjadi peningkatan investasi dan konsumsi pada semester II-2019.\n\n
Baca lebih lajut »