Menaker Ida Fauziyah mengingatkan para pelaku usaha tidak menggunakan isu resesi untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengingatkan para pelaku usaha tidak menggunakan isu resesi untuk melakukan pemutusan hubungan kerja . Menurutnya, dialog harus dikedepankan antara penguasa dan pekerja sebelum melakukan PHK.
Diakui Menaker, memang ada sejumlah perusahaan yang mulai terdampak ancaman resesi global. Ekspor produk dari Indonesia ke beberapa negara mengalami penurunan akibat berkurangnya permintaan.Dibayangi Ancaman Resesi, Bagaimana Nasib Fintech di 2023? “Kondisi ini tentu ada dampaknya. Yang pertama tentu jika menghadapi, kami berkali-kali menyampaikan bahwa PHK menjadi pilihan terakhir.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ada Ancaman Resesi Global, Ini Strategi Menaker Hindari 'Badai' PHKMenteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah turut mengantisipasi ancaman resesi global di 2023 yang dampaknya akan ikut menyeret sektor ketenagakerjaan. Apa strategi yang akan dilakukan?
Baca lebih lajut »
Saat Twitter Minta Karyawan yang Kena PHK Balik Kerja LagiBaru saja melakukan PHK besar-besaran, kabarnya Twitter kini sedang merayu puluhan karyawan yang kehilangan pekerjaan dan meminta mereka untuk kembali. Jadinya bagaimana, nih?
Baca lebih lajut »
Cara Mencairkan Uang Rp10,5 Juta dari BPJS untuk Korban PHKBerikut ini adalah cara mencairkan Jaminan Kehilangan Pekerjaan untuk korban PHK, capai Rp10,5 juta per individu.
Baca lebih lajut »
Badai PHK Startup Ganas Lagi, Oktober Hantam 22.555 PegawaiTahun ini, 158.820 orang terkena dampak tsunami PHK startup.
Baca lebih lajut »
Bukan Bansos BLT BBM, PKH, BLT UMKM atau Kartu Prakerja, Program Ini Beri Korban PHK Rp10,5 JutaBerikut ini adalah program dari pemerintah yang berani kasih korban PHK Rp10,5 juta per individu.
Baca lebih lajut »