Memanusiakan Anak yang Berkonflik dengan Hukum

Indonesia Berita Berita

Memanusiakan Anak yang Berkonflik dengan Hukum
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 hariankompas
  • ⏱ Reading Time:
  • 70 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 31%
  • Publisher: 70%

LPKA Tangerang tak ubahnya asrama pendidikan, bukan penjara. Anak-anak pidana di sini tetap mendapatkan perlakuan yang layak, mulai dari sandang, pangan, papan, hingga pendidikan, demi memperbaiki masa depan mereka.

Anak-anak binaan membaca buku di perpustakaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Tangerang, Banten, makan bersama pada Rabu . LPKA Kelas I Tangerang memliki sekolah formal yang memfasilitasi anak binaan untuk bersekolah hingga bisa mendapatkan ijazah. Berbagai program, seperti mengaji hingga membuat kerajinan, juga memfasilitasi kegiatan para anak binaan.

Bangunan yang berdiri di atas lahan seluar 12,50 meter persegi ini mampu menampung 220 anak. Per Agustus 2023 jumlah anak pidananya 71 orang, terdiri dari 69 laki-laki dan 2 perempuan. Anak dengan kasus asusila menjadi yang terbanyak di sini, jumlahnya mencapai 42 orang. Kasus lainnya, yaitu pencurian , senjata tajam/begal , penganiayaan , perampokan , narkoba , dan ketertiban/tawuran .

”Kewajiban anak itu salah satunya sekolah, kalau di sini walau nanti sudah bebas tetap bisa melanjutkan sekolah di sini. Nanti kami tawarkan kepada orangtuanya untuk melanjutkan di sini sampai mendapatkan ijazah. Di ijazahnya tidak ada embel-embel sekolah lapas, langsung tertulis sekolah istimewa,” kata Ronny di LPKA Tangerang, Rabu .

LPKA Tangerang juga menyediakan klinik kesehatan bagi anak pidana yang dijaga beberapa tenaga kesehatan hingga dokter gigi. Penyakit yang paling sering terjadi di sini adalah penyakit kulit, seperti gejala kudis atauDokter klinik kesehatan LPKA Tangerang, Yenita, mengatakan, hal ini disebabkan oleh perbedaan pola hidup anak binaan saat berada di luar dan di dalam. Namun, selama ini belum ada anak yang sakit hingga harus dirujuk ke rumah sakit.

R divonis tiga tahun karena tawuran yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kini ia bercita-cita ingin menjadi vokalis dan gitaris band, kesehariannya dihabiskan dengan bermain alat musik.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

hariankompas /  🏆 8. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Anak Berkonflik Dengan Hukum, Berhak Mendapat Perlindungan dan PembinaanAnak Berkonflik Dengan Hukum, Berhak Mendapat Perlindungan dan PembinaanNegara harus menjamin perlindungan kepada anak secara menyeluruh tanpa batasan sekat. Anak yang berkonflik dengan hukum sekalipun berhak mendapatkan naungan ini.
Baca lebih lajut »

Remaja Keroyok Pemotor di Jaksel yang Viral, Jadi Pelaku AnakRemaja Keroyok Pemotor di Jaksel yang Viral, Jadi Pelaku AnakWakil Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Henrikus Yossi menerangkan, pihaknya telah menggali keterangan dari kedua pelaku anak yaitu MFA (15) dan Z (15) dalam kapastitasnya sebagai anak berkonflik dengan hukum.
Baca lebih lajut »

Hukum Nun Sukun dan Tanwin, Ketahui Hukum Bacaan Izhar, Idgham, Iqlab, dan IkhfaHukum Nun Sukun dan Tanwin, Ketahui Hukum Bacaan Izhar, Idgham, Iqlab, dan IkhfaHukum bacaan nun sukun dan tanwin merupakan salah satu bagian dari ilmu tajwid. lmu tajwid adalah ilmu yang mempelajari aturan dan teknik bacaan yang baik dan benar dalam membaca Al-Quran.
Baca lebih lajut »

Stigma Mempersulit Anak Terlibat Hukum untuk Kembali ke MasyarakatStigma Mempersulit Anak Terlibat Hukum untuk Kembali ke MasyarakatAnak berhadapan dengan hukum masih mendapat stigma buruk di tengah masyarakat. Padahal, perhatian kepada mereka sangat dibutuhkan agar tidak kembali melakukan tindak kejahatan.
Baca lebih lajut »

Arist Merdeka Sirait, Aktivis Buruh yang Menangis Saat Banyak Anak-anak Tak Bisa SekolahArist Merdeka Sirait, Aktivis Buruh yang Menangis Saat Banyak Anak-anak Tak Bisa SekolahArist Merdeka Sirait adalah Ketua Komnas Perlindungan Anak, sekaligus aktivis yang lahir pada Rabu, 17 Agustus 1960 di Pematang Siantar.
Baca lebih lajut »

Kisah Seorang Guru dan Anak-anak di Masa PerangKisah Seorang Guru dan Anak-anak di Masa PerangPerang selalu menghadirkan luka dan derita bagi siapa saja. Peperangan mengubah dunia menjadi neraka. Kemalangan dirasakan semua orang terutama anak-anak yang masa depannya terancam hilang seperti kisah dalam novel ini.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 21:46:01