Mbak Titi Kritisi Jadwal Pilpres dan Pilkada Serentak 2024

Indonesia Berita Berita

Mbak Titi Kritisi Jadwal Pilpres dan Pilkada Serentak 2024
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 jpnncom
  • ⏱ Reading Time:
  • 12 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 8%
  • Publisher: 59%

Direktur Eksekutif Perkumpulan Pemilihan Umum dan Demokrasi (Perludem) Titi Angraini mengkritisi jadwal Pemilihan Umum Presiden RI dan pemilihan kepala daerah berlangsung serentak pada tahun 2024. Pemilu2024

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Perkumpulan Pemilihan Umum dan Demokrasi Titi Angraini mengkritisi jadwal Pemilihan Umum Presiden RI dan pemilihan kepala daerah berlangsung serentak pada tahun 2024. Menurut Titi, pilkada serentak itu akan membuat arah pemilihan umum nanti tidak jelas.Walaupun pilkadanya pada bulan November 2024, lalu misalnya pemilu pada bulan April 2024, otomatis harus ada distribusi calon.

Selain itu, kalau pada tahun 2024 juga ada pilkada, penyelenggaraan pemilu dari sisi teknis dan sisi kompetisi politik akan kacau balau karena semua orang juga harus berkonsentrasi dalam pilpres dan pemilu anggota legislatif.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

jpnncom /  🏆 25. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Mendagri: Pilkada Mendukung Jaring Pengaman Sosial Covid-19 |Republika OnlineMendagri: Pilkada Mendukung Jaring Pengaman Sosial Covid-19 |Republika OnlinePilkada serentak akan digelar di 270 wilayah dengan 304.000 TPS.
Baca lebih lajut »

Mendagri Tegaskan Tak Boleh Kampanye Akbar Jelang Pilkada |Republika OnlineMendagri Tegaskan Tak Boleh Kampanye Akbar Jelang Pilkada |Republika OnlineTak boleh ada kampanye akbar di dalam tahapan pelaksanaan pilkada serentak
Baca lebih lajut »

Ada Covid-19, Pilkada 2020 Dinilai Belum Jadi Prioritas MasyarakatAda Covid-19, Pilkada 2020 Dinilai Belum Jadi Prioritas MasyarakatPilkada Serentak 2020 pada 9 Desember mendatang dinilai belum menjadi prioritas masyarakat saat pandemi Covid-19.
Baca lebih lajut »

KPU Targetkan 77,5 Persen Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020KPU Targetkan 77,5 Persen Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020Meski digelar di tengah pandemi, KPU menargetkan angka partisipasi masyarakat pada Pilkada Serentak 2020 sama dengan target Pilkada 2018.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 13:49:29