Mata-mata Rusia diduga telah menyebar di berbagai lokasi di Ukraina, termasuk dalam instansi pemerintah.
Menyebarnya mata-mata Rusia di Ukraina meresakkan warga. Bahkan aparat Ukraina kini telah menangkap beberapa warga dan pejabat karena diduga menjadi mata-mata Rusia. Kris Mada dan Harry Susilo melaporkan dari Kharkiv, pada Selasa , Badan Keamanan Negara Ukraina menangkap seorang pria berusia 41 tahun karena diduga merupakan mata-mata Rusia.
Dalam komputer pria tersebut, SBU menemukan informasi yang diduga telah dikirimkan selama berbulan-bulan kepada tentara Rusia. ”Foto dan video yang menginformasikan lokasi pasukan dan persenjataan bisa membahayakan pertahanan Ukraina. Nyawa pasukan jadi taruhan,” kata juru bicara Komando Operasi Selatan Ukraina, Nataliya Gumenyuk seperti dikutip dariMenurut Dosen pada Sekolah Tinggi Hukum Kharkiv, Vasyl Bilous, keberadaan mata-mata Rusia membuat warga Ukraina resah. Namun mata-mata Rusia yang tersebar di berbagai wilayah Ukraina juga tidak bisa terlepas dari sejarah kedua bangsa.
”Setelah beberapa generasi, mereka tidak benar-benar menjadi orang Ukraina. Mereka tetap merasa orang Rusia,” ujar Bilous.Pemerintah Ukraina Sebut Rekonstruksi Negaranya Butuh Rp11.251 Triliun, Minta Pihak Lain Ikut Bantu
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ukraina: Turki Tahan Kapal Rusia yang Bawa Gandum UkrainaDuta Besar Ukraina untuk Turki mengatakan pejabat bea cukai Turki telah menahan kapal kargo Rusia. Kapal itu, dikatakan, membawa gandum yang dikirim dari daerah di Ukraina yang diduduki Rusia. Duta Besar Vasyl Bodnar pada Minggu mengatakan bahwa kapal itu berada di pintu masuk pelabuhan Karasu...
Baca lebih lajut »
Update Perang Ukraina Vs Rusia: Australia Bantu Militer Ukraina Rp3,9 Triliun | Kabar24 - Bisnis.comAustralia akan memberi bantuan militer baru ke Ukraina senilai Rp1,1 triliun. Total bantuan militer menjadi Rp3,9 triliun.
Baca lebih lajut »
Update Perang Rusia Vs Ukraina: Pasukan Separatis LPR dan Rusia Bersatu | Kabar24 - Bisnis.comPerwira milisi Republik Rakyat Luhansk (LPR) Andrey Marochko mengatakan wilayahnya masih terancam dan Ukraina tidak dapat memberi keamanan.
Baca lebih lajut »
Jaringan Mata-mata Tunjukkan Perpecahan Sikap Warga UkrainaPersoalan mata-mata Rusia ini meresahkan banyak warga Ukraina. Informasi dari mata-mata itu menjadi salah satu penyebab banyak fasilitas sipil menjadi sasaran serangan dan membawa penderitaan bagi warga. Internasional AdadiKompas
Baca lebih lajut »
Rusia Klaim Telah Kendalikan Luhansk, Provinsi Penting di Ukraina TimurStaf Umum Militer Ukraina melaporkan bahwa pasukannya telah ditarik dari kota Lysychansk di provinsi Luhansk.
Baca lebih lajut »