Mantan Ketua Wantimpres SBY Pertanyakan Urgensi Ibu Kota Baru

Indonesia Berita Berita

Mantan Ketua Wantimpres SBY Pertanyakan Urgensi Ibu Kota Baru
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 CNN Indonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 1 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 4%
  • Publisher: 53%

Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden era Presiden Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Emil Salim mempertanyakan urgensi pemindahan ibu kota.

Dana itu menurutnya tidak sedikit.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

CNN Indonesia /  🏆 27. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Mantan Rektor UMP mendapat Bintang Jasa Utama dari PresidenMantan Rektor UMP mendapat Bintang Jasa Utama dari PresidenMantan Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, almarhum Syamsuhadi Irsyad mendapat tanda kehormatan berupa Bintang ...
Baca lebih lajut »

Dapat Remisi 17 Agustus, Mantan Ketua Bawaslu Garut BebasDapat Remisi 17 Agustus, Mantan Ketua Bawaslu Garut BebasSebanyak 23 orang di antaranya bebas murni, termasuk mantan Ketua Bawaslu Garut Heri Hasan Basri.
Baca lebih lajut »

Ketua KPK: Presiden Tetap Dukung Penindakan yang Keras, Tapi...Ketua KPK: Presiden Tetap Dukung Penindakan yang Keras, Tapi...'Penindakan yang keras tetap didukung. Tapi dalam waktu yang sama, orientasi penegak hukum juga harus melakukan pencegahan secara baik,' ujar Agus.
Baca lebih lajut »

Ketua KPK: Presiden Ingin Pencegahan Korupsi yang TerarahKetua KPK: Presiden Ingin Pencegahan Korupsi yang TerarahPidato Presiden juga menekankan pencegahan tindakan korupsi yang lebih terarah
Baca lebih lajut »

Ketua KPK: Presiden Bukan Melupakan Penindakan KorupsiKetua KPK: Presiden Bukan Melupakan Penindakan KorupsiJokowi menekankan mengatakan ukuran kinerja pemberantasan korupsi harus diubah.
Baca lebih lajut »

Mantan Panglima NII Sebut Belasan Atlet Masuk Kelompok RadikalMantan Panglima NII Sebut Belasan Atlet Masuk Kelompok RadikalSebanyak 15 atlet positif masuk ke dalam kelompok radikal. Mereka juga menolak Pancasila.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 10:41:01