Mantan bos Formula One, Bernie Ecclestone, dijatuhi hukuman percobaan setelah mengaku bersalah melakukan penipuan.
Dilansir dari Channel News Asia, Jumat , Ecclestone dijatuhi hukuman 17 bulan yang ditangguhkan selama dua tahun, yang berarti ia hanya akan masuk penjara apabila ia melakukan tindak pidana lain dalam jangka waktu tersebut.
Ecclestone didakwa pada tahun lalu atas dugaan tak melaporkan asetnya di luar negeri yang bernilai lebih dari US$ 492 juta atau setara Rp 7,7 triliun kepada pemerintah Inggris pada tahun 2015, dan dijadwalkan untuk diadili pada bulan November. Ia mencoba mengemplang pajak. Ia sebelumnya telah mengatakan kepada petugas pajak bahwa ia tidak memiliki harta yang belum diumumkan baik di dalam maupun di luar negeri. Namun, jaksa penuntut Richard Wright mengatakan bahwa perkataan Ecclestone tersebut tidak benar."Tuan Ecclestone tidak sepenuhnya memahami struktur kepemilikan akun tersebut. Karena itu dia tidak tahu apakah itu dikenakan pajak. Dia sekarang menerima bahwa ada pajak yang harus dibayar sehubungan dengan masalah ini," ujar Wright.Pengadilan mendengar Ecclestone telah menyetujui penyelesaian perdata sebesar 652,6 juta pound sterling atau setara Rp 12,5 triliun dengan otoritas pajak. Pengusaha Inggris, yang kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai US$ 3 miliar atau setara Rp 47,1 triliun, diakui sebagai sosok yang telah mengubah Formula One secara komersial. Kekuasaannya terhadap olahraga ini berkembang dari penjualan hak siar televisi pada tahun 1970an dan ia menjadi CEO Formula One hingga Januari 2017. Mantan penjual mobil bekas ini menjalankan Formula One dengan 'tangan besi' selama lebih dari empat dekade, membangunnya menjadi kerajaan global dengan nama yang prestisius. Namun, kariernya tak lepas dari kontroversi. Ecclestone pernah membayar US$ 100 juta kepada pihak berwenang Jerman untuk mengakhiri persidangan suap tingkat tinggi pada tahun 2014. Kasus tersebut berkaitan dengan penjualan hak Formula One pada tahun 2006 dan 2007. Meskipun ia terancam hukuman 10 tahun penjara jika terbukti bersalah, banyak orang yang bekerja di Formula One yang tetap setia. "F1 bisa menjadi seperti sekarang berkat Bernie Ecclestone, atas cara dia membangun olahraga ini selama 35 tahun terakhir," ucap kepala salah satu tim Formula One, Red Bull Christian Horner.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Napoli Dekati Mantan Bos Chelsea & Tottenham Antonio Conte Dengan Rudi Garcia Akan DipecatNapoli secara resmi mendekati mantan manajer Chelsea dan Tottenham Hotspur, Antonio Conte, saat mereka akan memecat Rudi Garcia.
Baca lebih lajut »
Sarah Hendrapraja Ngaku Diperintah Eldwen Wang untuk Lakukan Body Check ke Finalis MUID 2023Sarah Hendrapraja yang menjabat sebagai Chief Operation Officer (COO) Miss Universe Indonesia (MUID) 2023 telah berstatus sebagai tersangka.
Baca lebih lajut »
Dapat Intimidasi dan Ancaman Kekerasan dari Pihak Tasyi Athasyia, eks Karyawan Akui TraumaPihak Tasyi Athasyia mendatangi rumah mantan karyawan dan membuat mantan karyawan tersebut merasa trauma.
Baca lebih lajut »
Moody, Brisia Jodie Ngaku Sering Lupa Lirik saat Nyanyi di Atas PanggungBrisia Jodie lupa lirik biasanya untuk lagu-lagu yang jarang ia bawakan.
Baca lebih lajut »
Jelang Pendaftaran Pilpres, Tim Hukum Anies Baswedan Lakukan KonsolidasiBerita Terkini Seputar Opini, Berita Terbaru Indonesia, Berita Hari Ini, Berita Terpopuler, Media Indonesia | Referensi Bangsa
Baca lebih lajut »
Mantan Perdana Menteri Khan Tuduh Kasusnya Dirancang untuk Melindungi Mantan Jenderal Pakistan dan...Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, yang kini tengah dipenjara, menuduh bahwa ia diadili atas tuduhan 'palsu' yaitu mengungkap rahasia negara, untuk melindungi mantan panglima militer Pakistan dan seorang diplomat AS. Keluarga Khan, pada Kamis (12/10), merilis apa yang diyakini sebagai...
Baca lebih lajut »




