Pepaya memiliki banyak manfaat.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pepaya merupakan buah yang gampang ditemukan. Masyarakat bisa menemukan buah ini baik di tokoh buah di pertokoan modern maupun tradisional. Bahkan, di pinggir jalan sekalipun buah ini banyak yang menjualnya. Baca Juga Saat bulan Ramadhan ini, pepaya juga banyak ditemukan dalam hidangan pembuka. Baik dimakan langsung maupun untuk bahan es buah.
Manfaat buah pepaya tidak diragukan lagi. Buah yang disebut buah terbaik ini ternyata memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh. Dilansir dari Womenitely, pepaya disebut memiliki kandungan antioksidan yang banyak dan dapat membantu mencegah tubuh dari serangan penyakit. Berikut ini delapan manfaat dari buah pepaya selain mengandung banyak serat makanan yang baik bagi pencernaan. Pepaya juga memiliki banyak kandungan vitamin seperti vitamin A, C riboflavin dan thiamin.Pepaya merupakan sumber Vitamin C terbaik. Mengonsumsi pepaya satu buah dalam satu hari dapat memenuhi kebutuhan Vitamin C tubuh anda. Vitamin c sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh. Vitamin C juga mencegah penyakit jantung, stroke dan diabetes.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Terawan Targetkan Paket Manfaat JKN Akhir Kuartal II |Republika OnlineKemenkes sedang melakukan perbaikan tata kelola sistem layanan kesehatan
Baca lebih lajut »
Manfaat Mendoakan Orang Lain |Republika OnlineSeorang muslim wajib saling mendoakan.
Baca lebih lajut »
Manfaat Berwudhu |Republika OnlineWudhu untuk kesehatan jasmani dan rohani.
Baca lebih lajut »
Manfaat Wudhu untuk Manusia |Republika OnlineWudhu memiliki manfaat untuk kesehatan.
Baca lebih lajut »
Rumah Zakat Tingkatkan Ekonomi Penerima Manfaat |Republika Onlinepenerima manfaat mendapat pelatihan pembuatan sabun cuci dari relawan Rumah Zakat
Baca lebih lajut »
Pasar Online Solusi di Masa |em|New Normal|/em| |Republika OnlinePasar daring menjadi salah satu solusi yang berkembang di masa New Normal.
Baca lebih lajut »