'Sangat surprise begitu dibuka tanggal 15 Juni, orang banyak yang beli produk-produk rumah tangga untuk memasak, produk-produk bedroom, itu yang menjadi sangat penting,' via detikfinance
Mal-mal di DKI Jakarta sudah buka kembali pada Senin lalu. Menurut catatan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia , sebanyak 80 mal di Jakarta sudah beroperasi kembali di masa transisi pembatasan sosial berskala besar DKI Jakarta fase I ini.
Dari catatannya, produk-produk yang paling besar kebutuhannya di mal-mal Jakarta ialah kerajinan tangan, pakaian wanita dan pria, kosmetik, dan sebagainya. Namun, ketika mal dibuka kembali setelah hampir 3 bulan hanya melayani operasional gerai pangan dan farmasi, kebutuhan masyarakat berubah drastis ke produk-produk lain.
"Sangat surprise begitu dibuka tanggal 15 Juni, orang banyak yang beli produk-produk rumah tangga untuk memasak, produk-produk bedroom, itu yang menjadi sangat penting," ungkap Handaka dalam Ngobrol Seru IDN Times, Kamis .Menurut Handaka, kegiatan perdagangan khususnya di mal-mal ini perlu terus dibangkitkan. Apalagi, melihat indikator konsumsi masyarakat berkontribusi 56% terhadap Produk Domestik Bruto .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Corona, Anies Buka Peluang Longgarkan Pajak Mal di DKIGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka peluang pelonggaran pungutan pajak kepada pengelola mal yang tertekan virus corona.
Baca lebih lajut »
Pemprov DKI Buka Mal Pelayanan Publik Secara Tatap MukaPemprov DKI kembali membuka Mal Pelayanan Publik (MPP) secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Baca lebih lajut »
Pengelola Ungkap Upaya Tebar Hoaks Saat Mal Buka Lagi 15 JuniAPBI menyebut salah satu hoaks berkaitan dengan isu pengelola mal menjual barang yang masa berlakunya sudah habis.
Baca lebih lajut »
Tempat Hiburan di DKI Belum Bisa Buka di Masa PSBB Transisi, Ini AlasannyaTidak ada untungnya juga jika tempat hiburan dibuka di masa PSBB transisi, tapi pelaku usaha malah merugi.
Baca lebih lajut »