Makanan Rumah Bantu Kurangi Paparan Bahan Kimia

Indonesia Berita Berita

Makanan Rumah Bantu Kurangi Paparan Bahan Kimia
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 29 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 15%
  • Publisher: 63%

Bahan kimia kerap ditemukan di makanan yang dipesan lalu dibawa pulang.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Penelitian baru di Amerika Serikat menemukan orang yang memasak dan makan lebih banyak di rumah memiliki tingkat bahan kimia PFAS yang lebih rendah. Bahan kimia itu umumnya ditemukan dalam kemasan makanan cepat saji serta makanan yang dipesan lalu dibawa pulang.

Para peserta juga memberikan sampel darah yang dianalisis untuk sejumlah bahan kimia PFAS yang berbeda. Bahan kimia yang ada adalah bahan kimia yang biasa digunakan dalam berbagai benda sehari-hari, termasuk produk anti lengket, tahan noda, tahan air, seperti karpet, peralatan masak, pakaian luar, dan kemasan makanan.

Peneliti juga menemukan orang yang makan lebih banyak popcorn microwave memiliki tingkat PFAS yang jauh lebih tinggi. Sebuah temuan yang senada dengan penelitian lain, mungkin sebagai akibat bahan kimia yang keluar dari kantong popcorn.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

BPPT temukan 20 senyawa potensial untuk bahan baku obat antimalariaBPPT temukan 20 senyawa potensial untuk bahan baku obat antimalariaBadan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil menemukan lebih dari 20 senyawa potensial yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan dan pembuatan ...
Baca lebih lajut »

Bahan Baku Obat Sebagian Besar Masih ImporBahan Baku Obat Sebagian Besar Masih ImporBahan baku pembuatan obat-obatan di Tanah Air sebagian besar masih impor.
Baca lebih lajut »

Bappenas Dorong Bahan Baku Obat Diproduksi Dalam NegeriBappenas Dorong Bahan Baku Obat Diproduksi Dalam NegeriKetergantungan Indonesia terhadap bahan baku untuk produk obat dan alat kesehatan impor masih tinggi, sebab 95% bahan baku masih impor.
Baca lebih lajut »

Aplikasi Bantu Sejumlah Toko Kurangi Limbah MakananAplikasi Bantu Sejumlah Toko Kurangi Limbah MakananMenurut data dari PBB, sepertiga dari makanan di dunia hilang atau terbuang setiap tahun. Dua perusahaan startup atau rintisan kini menangani pemborosan makanan di tingkat lokal, memungkinan bisnis me
Baca lebih lajut »

Aplikasi untuk Kurangi Limbah MakananAplikasi untuk Kurangi Limbah MakananAplikasi ponsel yang membantu toko menjual kelebihan makanan.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-03 03:22:43