Puluhan mahasiswa Papua mengelar aksi di di seberang Gedung Grahadi di Jalan Gubernur Suryo. Mereka menuntut 7 rekannya di Kalimantan dibebaskan. Surabaya Papua
mengelar aksi di depan Taman Apsari atau di seberang Gedung Grahadi di Jalan Gubernur Suryo. Mereka menuntut 7 rekannya di Kalimantan yang jadi tahanan politik agar dibebaskan.
Dalam aksinya mereka membawa sejumlah poster yang salah satunya bertuliskan 'Segera Bebaskan Seluruh Tahanan Politik Papua Tanpa Syarat' dan 'Segera bebasakan 7 Tapol Anti Rasisme Di Balikpapan'. Selanjutnya mereka melakukan orasi secara bergantian.Demo mahasiswa papua tuntut 7 tapol dibebaskan
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Demo Mahasiswa Papua di Malang Terapkan Protokol COVID-19Pengamanan demo mahasiswa Papua di Kota Malang mengedepankan penerapan protokol COVID-19. Petugas mengenakan alat pelindung diri seperti masker, face shield dan sarung tangan. Papua Malang
Baca lebih lajut »
Mahasiswa Papua serukan cinta NKRI dan patuhi hukumPara mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam Solidaritas Papua NKRI menyerukan kecintaan mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan patuh terhadap peraturan yang berlaku. Papua
Baca lebih lajut »
Ridwan Kamil Bantu Mahasiswa Papua dan Kampanyekan AntirasismeRidwan Kamil mendukung kampanye antirasisme.
Baca lebih lajut »
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 14 Juni 2020Berikut ini update data kasus Covid-19 untuk provinsi Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat.
Baca lebih lajut »
Ketua MPR: Tuntutan untuk 7 Tapol Papua Tak Penuhi KeadilanKetua MPR Bambang Soesatyo mengkritik tuntutan terhadap tujuh tahanan politik Papua di Balikpapan yang ia sebut memperlihatkan kesenjangan hukuman.
Baca lebih lajut »
Editorial: Paradigma Keliru Pemerintahan Jokowi soal PapuaPemerintah tak boleh mempertahankan kebijakan yang keliru di Papua. Stop kekerasan dan perbanyaklah dialog.
Baca lebih lajut »