Atas jasa Maeda, pada 1973 dia diundang pemerintah Indonesia untuk menghadiri perayaan Proklamasi 17 Agustus.
Liputan6.com, Jakarta Jumat 17 Agustus 1945 dini hari, kesibukan luar biasa tampak di sebuah rumah berlantai 2 di Jalan Meiji Dori No 1, Jakarta Pusat. Di luar terlihat puluhan pemuda bergerombol dengan wajah serius bercampur tegang. Mereka tengah menunggu apa yang akan diputuskan para senior di lantai 1 rumah tersebut.
Cerita kedekatan Laksamana Maeda dengan Indonesia sejatinya terjadi jauh sebelum malam jelang kemerdekaan itu. Maeda yang lahir pada 3 Maret 1898 di Kagoshima, Kyushu, Jepang, pernah menjadi atase militer Jepang di Den Haag, Belanda, dan Jerman pada masa sebelum perang atau sekitar 1930-an. Hampir semua figur nasionalis menjadi pengajar di sekolah ini. Seperti Soekarno yang mengajarkan politik, Hatta mengajarkan ekonomi, Sanoesi Pane mengajarkan Sejarah Indonesia, Sjahrir mengajarkan sosialisme, Iwa Kusuma Sumantri mengajarkan hukum pidana, dan Ahmad Subardjo mengajarkan hukum internasional.
"Setelah begitu lama berdiam diri dan wajah muka yang kelihatan sedih, Admiral Mayeda menjawab, bahwa berita itu memang disiarkan oleh Sekutu. Tetapi, di sini belum lagi memperoleh berita dari Tokyo. Kami meninggalkan kantor Rear-Admiral Mayeda dengan keyakinan, bahwa Jepang sungguh-sungguh menyerah," imbuh Hatta. Si Bung memang menulis"Mayeda" dan bukan"Maeda."
Semestinya, Maeda berdasarkan perintah yang diberikan kepadanya harus menjaga status quo sebagaimana pernyataan Mayor Jenderal Nishimura dalam pertemuannya dengan Sukarno-Hatta yang diadakan tepat sebelum Rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dilangsungkan. Dalam interogasi di Changi Gaol, Singapura, antara 31 Mei sampai dengan 14 Juni 1946, sebagaimana dikutip R E Elson dalam The Idea of Indonesia: Sejarah Pemikiran dan Gagasan, Maeda mengatakan,"Jalan menuju kemerdekaan telah ditempuh begitu jauh sehingga [bangsa Indonesia] tidak mau melepaskan kemajuan yang telah didapat," ujar dia.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Demokrat Masuk Pemerintah, PDIP: Tunggu Keputusan Jokowi dan Partai KoalisiPartai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengapresiasi sikap Partai Demokrat yang ingin ikut mendukung pemerintahan...
Baca lebih lajut »
7 Penelitian oleh Anak Muda di Indonesia, Sabet Kompetisi di Paris, Jepang, dan Korea (2)Berikut 7 hasil penelitian yang lahir dari tangan anak-anak muda di Indonesia, yang menyabet kompetisi di Paris, Jepang, dan Korea.
Baca lebih lajut »
Demo Besar Kacaukan Jadwal Hong Kong Open Swimming Championship 2019, Tim Renang Indonesia TerdampakTim renang dari Indonesia yang mengikuti Hong Kong Open Swimming Championship 2019 ikut terdampak dengan berpindahnya venue.
Baca lebih lajut »
7 Momen Kocak Saat Lebaran Kurban Ala Netizen Ini Bikin Cengar CengirCerita dan momen unik yang tersisa dari momen Idul Adha.
Baca lebih lajut »
'Chimera manusia-hewan', mengapa Jepang jadi negara pertama yang mengizinkan ilmuwan mengembangkannya?Hibrida manusia dan hewan semakin mendekati kenyataan setelah pemerintah Jepang menjadi pihak pertama yang mengizinkan tim peneliti untuk tidak hanya membiakan organ manusia di dalam embrio binatang, tetapi membolehkan embrio ini dilahirkan.
Baca lebih lajut »
Naomi Osaka Kembali ke Peringkat Satu WTANaomi membuat sejarah sebagai petenis Jepang pertama yang menduduki ranking satu WTA.
Baca lebih lajut »