Menko Perekonomian Luhut Pandjaitan akan mematok tinggi tiket masuk Pulau Komodo, yakni Rp 14 juta per wisatawan per tahun
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tiket masuk Pulau Komodo di Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, akan dipatok tinggi, yakni Rp 14 juta per wisatawan per tahun atau membership. Kebijakan tersebut dilakukan untuk membatasi jumlah wisatawan yang masuk ke area konservasi.
Hasil dari penjualan itu seluruhnya akan dipakai untuk pemeliharaan habitat komodo. Luhut mencontohkan, bila pemerintah menyediakan 50 ribu lembar tiket, hasil penjualan sebesar US$ 50 juta atau Rp 700 miliar akan digelontorkan seluruhnya untuk Pulau Komodo. Luhut mengatakan, saat ini sudah ada sejumlah organisasi filantropis dari Amerika Serikat yang melirik menjadi pengelola Taman Nasional Komodo. 'Dari Amerika Serikat sudah bicara ke saya waktu di Washington.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Luhut Minta Wisatawan Masuk ke Pulau Komodo DibatasiLuhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah membatasi jumlah wisatawan masuk ke Pulau Komodo.
Baca lebih lajut »
Luhut Minta Wisatawan Masuk ke Pulau Komodo DibatasiLuhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah membatasi jumlah wisatawan masuk ke Pulau Komodo.
Baca lebih lajut »
Pulau Komodo Tak Jadi Ditutup, tapi Ditata Bersama - Tribun TravelSetelah beredar kabar akan ditutup, Pulau Komodo akhirnya diputuskan tetap dibuka untuk kunjungan wisatawan.
Baca lebih lajut »
Menteri LHK: Sepakat Pulau Komodo tak Ditutup Tapi Ditata BersamaPada per Januari 2020, penduduk yang berada di kawasan wisata tingkat dunia tidak direlokasi tetapi akan dilakukan penataan secara bersama.
Baca lebih lajut »
Menteri Terkait dan Gubernur NTT Sepakat Pulau Komodo Tak Ditutup tetapi Ditata BersamaTaman Nasional Komodo di NTT tidak jadi ditutup saat ini dan juga per Januari 2020. Selain itu tidak akan ada relokasi penduduk melainkan kawasan wisata tingkat dunia ini akan ditata bersama. MenteriSiti
Baca lebih lajut »