Love language yang kini ramai dibicarakan generasi muda merupakan cara seseorang mengekspresikan rasa kasih dan cintanya kepada orang lain.
PSIKOLOG Klinis dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia Irma Gustiana mengatakan love language atau bahasa cinta seseorang bisa jadi terbentuk dari luka atau trauma masa kanak-kanak.
Love language yang kini ramai dibicarakan generasi muda merupakan cara seseorang mengekspresikan rasa kasih dan cintanya kepada orang lain, bisa pada pasangan, sahabat, orangtua, atau pun anak dan saudara.Setidaknya ada lima jenis love language yang dimiliki tiap orang, yaitu physical touch , words of affirmation , quality time , receiveiving/giving gift , serta act of service .
"Mungkin saja saat kecil dia butuh diberi kata-kata pujian, namun ternyata orangtuanya kurang memberikan itu, jadi saat dewasa kebutuhan itu dicari manifestasinya," imbuh Irma. Namun, ternyata bahasa cinta tidak selalu disebabkan luka di masa kecil, tetapi bisa juga karena sebaliknya. Orang-orang dengan kebutuhan kasih sayang yang terpenuhi di rumah semasa kecilnya juga akan membentuk bagaimana cara ia mengungkapkan cinta.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Love Language Kamu Seperti Apa? Temukan Tipe Bahasa Cintamu di Tes IniLove language atau bahasa cinta adalah cara mengekspresikan rasa kasih sayang kepada seseorang. Cari tahu tipe love languagemu di sini ya detikers!
Baca lebih lajut »
Erick Thohir Jadi Ketum PSSI, Akmal Marhali: Semoga Bisa Bersih-bersihPengamat sepak bola Akmal Marhali komentar denna terpilihnya Erick Thohir menjadi ketua umum PSSI.
Baca lebih lajut »
Riset: Anak yang Pilih-pilih Makanan Bisa Jadi Tanda DepresiPara peneliti menemukan anak yang memiliki perilaku makan selektif hampir dua kali lebih mungkin mengalami peningkatan gejala kecemasan umum dan depresi.
Baca lebih lajut »
Anies Bisa jadi Pemecah Kebuntuan Stagnasi Koalisi Pilpres 2024Pemecah kebuntuan pembentukan koalisi Pilpres 2024 oleh partai politik (parpol) yang memiliki kursi di DPR, dinilai bisa teratasi dengan munculnya
Baca lebih lajut »