Koordinator Satgas Covid-19 Sulsel, dr Arman Bausat mengatakan lonjakan kasus Covid-19 dipicu karena pasien yang tidak disiplin saat menjalani isoman
“Saat ini, tingkat pemenuhan rumah sakit maupun tempat isolasi masih di bawah 40 persen. Jadi kalau begitu, masih banyak penderita yang isoman berkeliaran. Ya sekitar 75 persen yang masih berkeliaran,” kata Arman Bausat kepada wartawan, Senin .Selain itu, kata dia, lonjakan kasus Covid-19 di Sulsel diakibatkan oleh mutasi virus SARS-CoV-2 varian Delta.
“Termasuk juga varian delta, kemungkinan besar sudah lama masuk di Sulsel. Tapi kita tidak bisa mendeteksi, karena laboratorium yang ada di masih terbatas kemampuannya. Jadi inilah salah satu penyebab angka Covid-19 di Sulsel tinggi, karena varian delta yang cepat menyebarnya tapi tidak bisa terdeteksi,” ungkapnya.
Terlebih, kata Arman, kepatuhan masyarakat di Sulsel terhadap protokol kesehatan masih sangat rendah.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Panglima Minta pemda di Sulsel Tingkatkan Pelacakan Covid-19 |Republika OnlinePanglima TNI yakin dengan meningkatkan pelacakan bisa mengendalikan Covid-19
Baca lebih lajut »
Olimpiade Diklaim tidak Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19Namun keraguan tersebut terjawab dan Tokyo 2020 diklaim tidak menyebabkan lonjakan infeksi ketika jumlah kasus COVID-19 di Olimpiade justru menunjukkan sebaliknya menjelang penutupan Olimpiade pada Minggu (8/8).
Baca lebih lajut »
Bertambah 31.753, Ini 5 Provinsi dengan Tambahan Kasus Konfirmasi COVID-19 Terbanyak per 7 Agustus 2021Tambahan kasus konfirmasi COVID-19 masih tinggi di Indonesia.
Baca lebih lajut »
Varian Delta Buat Kasus Positif Covid-19 di Amerika Kembali Lewati 100.000 per HariVarian delta menyebabkan penambahan kasus positif Covid-19 Amerika Serikat kembali sentuh 100.000 per harinya.
Baca lebih lajut »