Pakar Epidemiologi Unair meminta pemerintah melihat kondisi angka positif Covid-19 sebelum membuka pembelajaran tatap muka atau PTM di sekolah. PTM
jpnn.com, SURABAYA - Pakar biostatistika epidemiologi Universitas Airlangga Windhu Purnomo menyarankan rencana pembelajaran tatap muka pada Juli 2021 sebaiknya ditinjau ulang. Rencana yang sebelumnya disampaikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim itu harus mempertimbangkan perkembangan kasus positif Covid-19 yang terus melonjak di beberapa daerah.
Justru itulah yang berisiko tinggi," kata dia, Minggu . Kebiasaan kegiatan siswa yang bergerombol, kata Windhu, juga memiliki risiko. Misalnya, seperti perilaku pulang berbondong-bondong dan beramai-ramai serta singgah di suatu tempat sepulang sekolah. Risiko itu menurut dia sulit dihindari bagi siswa yang menggunakan kendaraan umum sebagai alat transportasi.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Varian Baru COVID-19 Mengerikan, Ini Prediksi Ahli Epidemiologi tentang KematianAhli epidemiologi memperingatkan mengenai varian baru COVID-19 yang makin ganas. VarianbaruCovid-19
Baca lebih lajut »
Covid-19 Melonjak, DKI Ragu Jalankan PTM Saat Tahun Ajaran BaruDinas Pendidikan DKI Jakarta pun terpaksa menghentikan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap 2 yang sudah berlangsung sejak 9 Juni dan direncanakan berakhir pada 26 Juni nanti.
Baca lebih lajut »
Nadiem: Sekolah yang Gurunya Belum Divaksinasi Covid-19 Boleh PTM TerbatasAsalkan PTM terbatas itu dilakukan di sekolah yang wilayahnya tidak memberlakukan PPKM.
Baca lebih lajut »
Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Bertambah 218 Orang Sabtu 19 Juni 2021 PagiArtinya ini bertambah 218 pasien dari Jumat 18 Juni 2021 yang masih menunjukkan 5.812 orang positif Covid-19.
Baca lebih lajut »
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 Juni 2021Berikut ini update data kasus Covid-19 untuk provinsi di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra.
Baca lebih lajut »