Biaya produksi UMKM tetap hingga meningkat selama pandemi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melalui Pusat Penelitian Ekonomi mengungkapkan hasil survei daring menunjukkan lebih dari 94 persen usaha mikro, kecil dan menengah mengalami penurunan penjualan akibat dampak pandemi Covid-19.
Ada pun dilihat dari penurunan penjualan menurut skala usaha, Agus menjelaskan mayoritas usaha mikro, ultra-mikro dan menengah paling besar terdampak. Begitu pula berdasarkan lama usaha di mana usaha dalam rentang 0-5 tahun mengalami penurunan penjualan yang cukup dalam. "Dari situ, kita bisa simpulkan bahwa pandemi secara umum akan menurunkan profit secara signifikan akibat penurunan penjualan sementara biaya produksi tetap dan akan meningkat," katanya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
LIPI: Lebih dari 94 persen UMKM turun penjualan karena pandemiLembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) mengungkapkan hasil survei daring menunjukkan lebih dari 94 persen usaha ...
Baca lebih lajut »
LIPI Jelaskan Bagaimana Bakteri Cemari Jamur EnokiAhli LIPI menjelaskan bagaimana pencemaran bakteri Listeria bisa terjadi pada jamur enoki.
Baca lebih lajut »
LIPI: Pengolahan baik cegah kontaminasi bakteri listeria jamur enokiPeneliti mikrobiologi Pusat Penelitian Biologi LIPI Iwan Saskiawan mengatakan pengolahan dan penyimpanan yang baik dapat mencegah kontaminasi bakteri Listeria monocytogenes di jamur enoki. enoki jamur bakteri listeria
Baca lebih lajut »
Jamur Enoki Korea Selatan Terkontaminasi, Ini Saran LIPIJamur enoki (Flamulina velutipes) terkenal sebagai campuran sayur pada makanan oriental seperti shabu-shabu, tempura atau sukiyaki.
Baca lebih lajut »
Rekind siap bangkitkan pelaku UMKMPT Rekayasa Industri (Rekind) siap untuk membangkitkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Tanah Air yang terdampak pandemi Covid-19 sehingga bisa menjalankan roda usahanya kembali. umkm ukm COVID19
Baca lebih lajut »