LIPI mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan risau dengan gempa-gempa susulan yang masih terasa.
Liputan6.com, Jakarta - Pusat Penelitian Laut Dalam Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menyatakan status gempa tektonik magnitudo 6,5 yang melanda Ambon dan sekitarnya pada Kamis, 26 September 2019 akan semakin aman, karena kekuatan goncangan gempa susulan semakin mengecil.
Gempa-gempa susulan di Pulau Ambon dan sekitarnya yang masih terus terasa hingga hari ini, merupakan proses normal pergerakan bidang patahan bumi saat melepaskan energi yang tersisa untuk mencari keseimbangan. "Semakin banyak gempa susulan malah semakin bagus karena energinya semakin meluruh, yang dilepaskan sekarang adalah sisa-sisa energi. Melepaskan 100 kali gempa dengan magnitud lebih kecil lebih baik daripada satu kali gempa 6,5 SR, karena skala lima sampai enam itu 1.000 kali magnitudnya," ucap Nugroho sperti dilansir dari Antara.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Situasi Gempa Ambon Terkini: 484 Gempa Susulan, 25.000 Orang MengungsiBerikut data kerusakan dan korban jiwa akibat gempa yang mengguncang Ambon dan sekitarnya, Kamis (26/9/2019) lalu.
Baca lebih lajut »
475 kali Gempa Susulan Pascagempa 6,5 SR di AmbonBMKG meminta masyarakat agar tidak terpancing isu atau berita bohong yang beredar
Baca lebih lajut »
Gempa Susulan M 3,3 Terjadi di AmbonGempa bumi masih terjadi di Ambon, Maluku. Dinihari tadi, terjadi gempa bermagnitudo (M) 3,3 di Ambon.
Baca lebih lajut »
Hingga Sabtu Malam, 500 Kali Gempa Susulan Guncang AmbonDari ratusan gempa susulan tersebut, sebanyak 64 kali di antaranya dirasakan getarannya di Pulau Ambon dan sekitarnya.
Baca lebih lajut »
Gempa Susulan M 4 Terjadi di Ambon'Pusat gempa berada di darat 18 km timur laut Ambon,' tulis BMKG lewat akun Twitter infoBMKG.
Baca lebih lajut »
Kempupera Salurkan Bantuan Prasarana dan Air Bersih untuk Korban Gempa AmbonKempupera salurkan bantuan untuk korban gempa Ambon.
Baca lebih lajut »