Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rimbun, meminta pemerintah daerah mengevaluasi dan penyesuaian jam masuk sekolah ...
Tim gabungan berusaha memadamkan kobaran api yang membakar hutan dan lahan di Kotawaringin TImur, belum lama ini.
"Jam masuk sekolah harus dievaluasi karena di Kotawaringin Timur ada sekolah yang memberlakukan jam masuk pagi. Sementara kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan pada pagi hari masih sering muncul," kata Rimbun di Sampit, Jumat. Dikhawatirkan apabila sering menghirup udara bercampur asap kebakaran lahan akan mengakibatkan anak-anak terserang penyakit, seperti terkena gangguan saluran pernapasan."Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Dinas Pendidikan harus mengeluarkan edaran agar jam masuk sekolah untuk sementara diatur kembali menyesuaikan kondisi dan situasi di lapangan," tegasnya.
Sementara itu, pantauan di lapangan, beberapa hari terakhir kabut asap cukup pekat menyelimuti wilayah Kota Sampit, dan beberapa daerah lainnya di Kabupaten Kotawaringin Timur. Namun pada Jumat pagi, Sampit cukup cerah dan tidak ada asap pekat seperti hari-hari sebelumnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
DPRD Kotim siapkan pelantikan 40 calon legislator terpilihKetua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Muhammad Jhon Krisli, memperkirakan pelantikan anggota DPRD terpilih daerah itu periode ...
Baca lebih lajut »
Malaysia Minta Asean Perangi Kabut AsapMalaysia akan mengangkat isu kabut asap di pertemuan di Brunei.
Baca lebih lajut »
Malaysia Prediksi Masih Akan Dikepung Kabut Asap IndonesiaMalaysia menyatakan ada kemungkinan besar kabut asap akibat karhutla dari Sumatera tetap terjadi pada pekan ini.
Baca lebih lajut »
Media Malaysia dan Singapura Beritakan Asap Kebakaran Hutan Indonesia, Bikin Malu Jokowi Jelang KunjunganMedia Singapura dan Malaysia sempat memberitakan soal bahaya kabut asap dari kebakaran hutan di Indonesia.
Baca lebih lajut »