Rehabilitiasi medis diperlukan bagi mereka yang mengalami gangguan fungsi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pendemi membuat sejumlah aktivitas terhenti, salah satunya rehabilitasi medis di rumah sakit . Padahal, kegiatan rehabilitasi tetap harus berlangsung untuk pasien yang mebutuhkannya.
"Kami berperan mengatasi dampak Covid-19 dengan segala masalah penyakitnya,” kata Tetty dalam webinar Penanganan Kesehatan Saraf di Era New Normal, Senin . Untuk pemberian konsultasi, pasien kasus ringan atau sedang dilakukan secara telemedicine. Kemudian, semua peralatan rehabilitasi selalu dibersihkan dengan disinfektan setelah dipakai.
Jika selama ini dokter dan pasien bisa bebas berkonsultasi, Hadi mengatakan era new normal membuat kegiatan itu terpaksa dibatasi. Dokter mengutamakan konsultasi daring.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Perjuangan Stevany Tak Berhenti - Olah Raga - koran.tempo.coAtlet asal Papua itu tetap berlatih pada masa pandemi corona untuk meraih tiket Olimpiade Tokyo.
Baca lebih lajut »
Ikatan Bidan Indonesia Ungkap Tantangan dan Kendala Layanan Kebidanan di Masa Pandemi COVID-19Ketua PP IBI menjelaskan beberapa tantangan dan kendala yang dihadapi para bidan di masa pandemi COVID-19
Baca lebih lajut »
Antam Pastikan Operasional Tetap Jalan di Tengah Pandemi |Republika OnlineAntam telah menyusun berbagai protokol kesehatan dan keselamatan dukung new normal.
Baca lebih lajut »
Konsumen di Asia Tenggara Tetap Gemar Belanja Online Meski Pandemi UsaiTotal nilai transaksi grosir di Asia Tenggara diperkirakan sekitar USD 350 miliar.
Baca lebih lajut »
Pemerintah Proses Rp 2,3 T Bantu Pesantren Masa Pandemi |Republika OnlinePemerintah akan membantu pesantren maksimal selama pandemi.
Baca lebih lajut »
PDIP Tetap Jaga Mesin Partai di Daerah'Mesin partai harus tetap berjalan di masa pandemi. Salah satunya, mempersiapkan Pilkada Serentak yang akan digelar 9 Desember 2020, dengan aman dari virus.'
Baca lebih lajut »