Gubsu Edy Rahmayadi tak ingin jika Covid-19 malah mengatur manusia. Oleh karena itu, dia meminta agar warganya justru yang harus bisa mengatur virus tersebut.
) mengatur manusia. Karena itu, dia meminta warganyalah yang harus bisa mengatur virus tersebut.
Edy menyebut pihaknya akan mengevaluasi cara-cara mengendalikan COVID-19. Dia pun memberikan penjelasan langkah-langkah yang harus diambil untuk hal tersebut.kita, COVID kita atur," kata Edy di rumah dinas Gubsu, Medan, Jumat .Hal pertama yang harus dilakukan, kata Edy, adalah warga harus tetap patuh terhadap protokol kesehatan . Edy mengatakan protokol kesehatan dapat meminimalkan penyebaran COVID-19.
"Pihak kita , apa yang bisa kita buat bahwa rumah sakit ini ada dokter-dokter, seperti Fransiskus Ginting sama dokter Nita. Itu kan mencari orang, mencari dia . Karena rata-rata yang ditangani dia, saya entah kebetulan atau apa, itu rata-rata sembuh," ujarnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Evaluasi PPKM Level 4 di Kalimantan, Airlangga Ambil Langkah Cepat Tekan Laju COVID-19Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto memimpin Rakor dengan para Kepala Daerah dan Forkompimda di wilayah Pulau Kalimantan secara virtual pada Kamis (12/8/2021)....
Baca lebih lajut »
Bobby Nasution: Kalau Banyak Pelanggaran, Nanti Kita Sekat LagiWali Kota Medan Bobby Nasution mewanti-wanti warganya untuk menaati prokes guna menekan penularan Covid-19. BobbyNasution
Baca lebih lajut »
Besok, Masjid At-Tin TMII Kembali Gelar Shalat JumatKarnali meminta kepada calon jemaah shalat Jumat agar tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.
Baca lebih lajut »
Begini Caranya Agar Lansia Tak Takut Vaksin COVID-19Kementerian Kesehatan membagikan jurus jitu agar para lansia tak takut untuk vaksin COVID-19. Lansia
Baca lebih lajut »
Ridwan Kamil Targetkan Vaksinasi 400 Ribu Dosis per HariGubernur Jabar Ridwan Kamil meminta tambahan pasokan vaksin Covid-19 kepada pemerintah pusat agar bisa memenuhi target 400 ribu dosis per hari.
Baca lebih lajut »