Langgar Protokol Kesehatan Saat Masa Transisi di Surabaya, KTP Disita sampai Disuruh Joget

Indonesia Berita Berita

Langgar Protokol Kesehatan Saat Masa Transisi di Surabaya, KTP Disita sampai Disuruh Joget
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 kompascom
  • ⏱ Reading Time:
  • 60 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 27%
  • Publisher: 68%

Hampir 60 persen pelanggar protokol kesehatan selama masa transisi di Surabaya merupakan masyarakat yang tak pakai masker dan menjaga jarak.

Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada kondisi Pandemi Covid-19 telah diterbitkan.

Pemerintah Kota Surabaya meningkatkan pengawasan seperti menggelar operasi gabungan dan razia untuk memastikan warga tak melanggar aturan yang telah ditetapkan dalam perwali. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, penegakan Perwali 28 Tahun 2020 terus dilakukan sampai sekarang.Sebab, hampir 60 persen pelanggar adalah masyarakat yang tidak memakai masker dan menjaga jarak."Sesuai Perwali Pasal 34, Satpol PP diperkenankan melakukan penyitaan KTP kepada para pelanggar, makanya bagi warga yang tidak menggunakan masker pada saat mengemudi, kita hentikan dan dilakukan penyitaan KTP-nya," kata Eddy saat dikonfirmasi, Senin .

"Sejak hari pertama penertiban hingga hari ini, sudah ada sekitar 40 KTP yang kami sita. Mereka bisa mengambil KTP itu setelah 14 hari, langsung datang ke kantor sambil membuat surat pernyataan," ujar Eddy. Jika warga yang tak memiliki KTP melanggar aturan, Satpol PP akan menghukum pelangar itu dengan push up dan joget."Jadi, diharapkan mereka ingat terus pernah dihukum joget karena tidak menggunakan masker, sehingga mereka akan lebih ingat untuk terus menggunakan masker," kata dia.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

kompascom /  🏆 9. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Ups, Warga Surabaya Ketahuan Nikmati Akhir Pekan Tanpa Protokol KesehatanUps, Warga Surabaya Ketahuan Nikmati Akhir Pekan Tanpa Protokol KesehatanPantai Kenjeran Surabaya dijubeli pengunjung, setelah ditutup saat COVID-19. Kini masa new normal warga berakhir dengan mengabaikan protokol kesehatan. NewNormal PantaiKenjeran
Baca lebih lajut »

Pelanggar Protokol Kesehatan di Surabaya Dihukum JogetPelanggar Protokol Kesehatan di Surabaya Dihukum JogetHampir 60 persen pelanggar adalah individu yang tidak menggunakan masker dan tidak jaga jarak. PSBBSurabaya
Baca lebih lajut »

'Namanya Pemain Basket Suka Keringetan, kalau Pakai Handuk, Tolong Jangan Bareng-bareng..''Namanya Pemain Basket Suka Keringetan, kalau Pakai Handuk, Tolong Jangan Bareng-bareng..'Pemain klub bola basket Louvre Surabaya ini pun berharap protokol kesehatan tersebut diterapkan.
Baca lebih lajut »

1.000 Warga Gelar Salat Gerhana Matahari dengan Protokol Kesehatan1.000 Warga Gelar Salat Gerhana Matahari dengan Protokol KesehatanFenomena alam gerhana matahari cincin terjadi di Surabaya. Sekitar 1.000 jemaah antusias mengikuti salat gerhana di Masjid Al Akbar dengan protokol kesehatan. SalatGerhana
Baca lebih lajut »

Menaker Apresiasi Penerapan Protokol di Pabrik Danone SNI |Republika OnlineMenaker Apresiasi Penerapan Protokol di Pabrik Danone SNI |Republika OnlineProtokol kesehatan dan keselamatan harus dipenuhi oleh industri saat beroperasi.
Baca lebih lajut »

Kolam Renang Publik Malaysia Kembali Dibuka |Republika OnlineKolam Renang Publik Malaysia Kembali Dibuka |Republika OnlineKolam renang publik terapkan protokol kesehatan saat kembali dibuka.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 19:43:37