Daur ulang limbah radioaktif membutuhkan teknologi yang sulit.
REPUBLIKA.CO.ID, SHARM EL SHEIKH, MESIR -- Administrasi Presiden Amerika Serikat Joe Biden melihat perluasan energi nuklir sebagai hal penting dalam mengatasi emisi terkait dengan perubahan iklim. Sebagai negara penghasil emisi gas rumah kaca terbesar kedua di dunia, AS memandang daur ulang sebagai cara untuk meningkatkan pasokan bahan bakar nuklir domestik dan mengurangi limbah.
Baca Juga Advanced Research Projects Agency-Energy, atau ARPA-E dari Departemen Energi AS, bertujuan untuk mengembangkan selusin proyek untuk mendaur ulang bahan bakar nuklir bekas. Bulan lalu memberikan 38 juta dolar AS untuk diproses ulang kepada perusahaan termasuk GE Research, bagian pengembangan dari General Electric Company.
“Saya tidak melihat banyak yang benar-benar serius dalam pemrosesan ulang,” kata Grossi kepada Reuters dalam wawancara Rabu malam di KTT iklim COP27 di Mesir, dilansir dari Japan Today, Ahad .Pemrosesan ulang melibatkan pengubahan plutonium dan uranium dalam limbah menjadi bahan bakar nuklir baru. Pakar proliferasi memperingatkan bahwa praktik tersebut dapat memberikan target baru bagi militan yang ingin membuat senjata nuklir mentah.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Komitmen Pertamina Dukung Nol Emisi Karbon dengan |em|Decarbonization Initiatives |/em| |Republika OnlinePertamina melihat transisi energi sebagai kesempatan untuk membangun green business
Baca lebih lajut »
PGE Siap Tambah Kapasitas 55 MW ke PLTP di SumselDengan penambahan kapasitas PLTP Sumsel, Pertamina ingin mengurangi dampak pemanasan global dengan mengurangi emisi karbon.
Baca lebih lajut »
Pertamina Dorong Klaster Industri Net Zero Emission Pertama di ASEANKlaster industri net zero emission di Jababeka-Cikarang tingkatkan penggunaan EBT & kurangi emisi karbon dari aktivitas industri.
Baca lebih lajut »
Bahlil Heran Harga Karbon Negara Berkembang Lebih Murah dari Negara MajuMenteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyinggung harga karbon di negara berkembang yang lebih murah dibandingkan negara maju.
Baca lebih lajut »
Pertamina–ExxonMobil Perkuat Kerja Sama Dekarbonisasi Kejar Target Nol Emisi 2060Kerja sama Pertamina dengan Exxon dilakukan melalui studi bersama untuk melihat potensi penyimpanan CO2 di formasi saline di wilayah kerja Pertamina.
Baca lebih lajut »