WHO sedang mencari pakar ilmiah untuk memberi nasihat tentang penyelidikan patogen ancaman tinggi baru yang melompat dari hewan ke manusia.
ancaman tinggi baru yang melompat dari hewan ke manusia dan dapat memicu pandemi berikutnya.
"Kita perlu membawa orang-orang terbaik di sini. Dan itu perlu multi-disiplin," Maria van Kerkhove, kepala unit penyakit dan zoonosis WHO, mengatakan kepadaPanel, yang diumumkan oleh direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Juli, akan terdiri dari 25 ahli yang diperkirakan akan bertemu pertama kali secara virtual pada akhir September, kata sebuah pernyataan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Titik Terendah Kehidupan Vincent RompiesSeperti diketahui, Vincent baru saja kehilangan ayah dan dua pamannya setelah positif Covid-19.\n
Baca lebih lajut »
Ilmuwan China Pastikan Umat Manusia Akan Berdampingan dengan Covid-19 SelamanyaKetika kasus infeksi Covid-19 di China meningkat karena penyebaran varian Delta, para ilmuwan China yang awalnya menganggap COVID-19 tak akan balik lagi ternyata...
Baca lebih lajut »
Menkeu Ungkap Perubahan Iklim Jadi Ancaman Nyata bagi IndonesiaMenteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan ancaman pelik yang dibahas berbagai negara di dunia setelah Covid-19 yakni perubahan iklim atau climate change.
Baca lebih lajut »
Bisnis Kafe Bangkrut, Ivan Banting Stir ke Jahe Merah, Omzet Hingga Rp200 Juta per BulanIvan Septianto beralih ke bisnis jahe merah sesaat setelah kafe miliknya bangkrut dihantam pandemi COVID-19. Jahemerah
Baca lebih lajut »
Hendi Gandeng Grab Sediakan Armada Listrik untuk Driver Ojol BaruDinas Tenaga Kerja Kota Semarang meningkatkan sinergitas dengan pihak Grab untuk dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat terdampak Covid-19. Pandemi Covid-19...
Baca lebih lajut »
Gubernur Sumbar Serahkan Mobil Dinas Baru untuk Satgas Covid |Republika OnlineGubernur Sumbar meminta maaf dan menyerahkan mobil dinas baru untuk Satgas Covid-19
Baca lebih lajut »