Jumlah kekerasan terhadap anak di Kulon Progo pada 2022 mengalami penurunan.
REPUBLIKA.CO.ID, KULON PROGO -- Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengajak seluruh organisasi perangkat daerah dan masyarakat untuk perduli dan terlibat dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak.
Ia mengatakan jumlah kekerasan terhadap anak pada 2022 mengalami penurunan dibandingkan pada 2021. Pada 2021, total kasus kekerasan anak dari Januari sampai Desember mencapai 72 kasus, sedangkan pada 2022 turun menjadi 62 kasus. "Belakangan ini, di Kulon Progo dikejutkan banyak kasus kekerasan terhadap anak, yakni kasus pelecehan seksual," katanya.
"Kami mengupayakan sekolah ramah anak hingga desa ramah anak. Kita harus melindungi anak kita dari kekerasan," katanya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Sikat 2 Ponsel di Toko Kelontong, Pemuda Ini Ditangkap di SlemanPolsek Kalibawang Kulon Progo bekuk pemuda karena diduga mencuri dua ponsel di toko kelontong.
Baca lebih lajut »
PSSI: Liga 2 2022/2023 Dihentikan dan Liga 1 2022/2023 tanpa Degradasi |Republika OnlineLiga 3 putaran nasional 2022/2023 juga resmi dihentikan.
Baca lebih lajut »
Jumlah IPO Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara pada 2022, Proyeksi 2023?Sebagian besar penggalangan dana IPO di BEI pada 2022 dikontribusikan oleh IPO e-commerce Blibli senilai US$510 juta.
Baca lebih lajut »
13 Juta Wisatawan Berkunjung ke Kota Malang Selama 2022, Pemkot Optimistis Tahun Ini MeningkatPemkot Malang mencatat, jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Malang selama tahun 2022 mencapai 13.555.201 orang
Baca lebih lajut »
Wisatawan di Jogja Rata-Rata Keluarkan Rp1,97 Juta untuk BerbelanjaDinas Pariwisata Kota Jogja mencatat sepanjang 2022 jumlah wisatawan yang datang mencapai 7,4 juta orang.
Baca lebih lajut »
PNM Salurkan Modal Usaha Nasabah Mekaar Rp 158 Miliar di Babel |Republika OnlineJumlah ini melebihi target 2022 yaitu Rp 148,2 miliar.
Baca lebih lajut »