Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengungkapkan alasan tidak menaikkan kapasitas dari kereta rel listrik (KRL).
TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengungkapkan alasan tidak menaikkan kapasitas dari kereta rel listrik yang kondisinya tetap penuh meski sudah dibatasi dalam masa normal baru ini.“Kapasitas kami tidak berani meningkatkan.
“Oleh karenanya kami koordinasi dari sisi perkeretaapian, dari sisi operasi maupun melakukan rekayasa penambahan kereta dengan menambah waktu operasi dari jam 16 WIB sampai malam. Ini menambah kapasitas selama PSBB 740 kereta sekarang hampir 940 kereta per hari dioperasikan,” katanya.Peralihan dari moda kereta ke bus juga dibantu oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek agar antrean bisa diminimalisasi.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kemenhub Larang Penumpang Bicara di Dalam KRLKementerian Perhubungan kembali mengingatkan agar penumpang kereta perkotaan, khususnya KRL, tidak berbicara di dalam armada untuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona melalui transmisi droplet.
Baca lebih lajut »
Kapasitas KRL 50 Persen, Ahli Tak Jamin Kesehatan PenumpangKemenhub menerapkan pembatasan kapasitas penumpang KRL menjadi 45 persen selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi di DKI Jakarta.
Baca lebih lajut »
Kurangi Kepadatan di KRL, Pemerintah Bakal Terapkan Sistem Kerja ShiftPemerintah berencana menerapkan sistem kerja shift atau sif untuk mengurangi kepadatan KRL. Sejak ada pelonggaran PSBB,...
Baca lebih lajut »
Manpan-RB Terapkan Sif Kerja PNS Cegah Penumpukan KRLMenpan-RB Tjahjo Kumolo tengah menyiapkan sistem kerja sif bagi PNS, yakni sif 1 pukul 07.30-15.00 WIB dan sif 2 pukul 10.00-17.30 WIB.
Baca lebih lajut »