Sekretaris Jenderal FSGI, Heru Purnomo, khawatir pembukaan sekolah dapat memunculkan risiko klaster baru.
TEMPO.CO, Jakarta - Federasi Serikat Guru Indonesia khawatir dengan rencana pemerintah membuka sekolah di kawasan zona kuning Covid-19. Rencana pembukaan ini tertuang dalam surat keputusan bersama atau SKB 4 menteri. 'Kesehatan lebih penting dibanding tertinggal dan tak optimalnya layanan pendidikan bagi anak selama PJJ ,' kata Heru.
menyatakan tidak optimalnya komunikasi antara pusat dan daerah bukan alasan yang cukup untuk membuka kembali sekolah di Zona Kuning.Heru mengatakan
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Sekolah di Zona Kuning Boleh Buka, FSGI Ingatkan Risiko Klaster Baru di SekolahFSGI mengkhawatirkan keputusan pembukaan sekolah tatap muka di kawasan zona kuning Covid-19. Apa alasannya?
Baca lebih lajut »
FSGI: Jangan Bebaskan Sekolah Bentuk Kurikulum SendiriJika diberikan opsi membuat kurikulum sendiri, dikhawatirkan sekolah justru membuat standar yang lebih longgar ketimbang kurikulum darurat yang dibuat oleh Kemendikbud.
Baca lebih lajut »
Sekolah di Zona Kuning Dibuka, FSGI: Keselamatan Siswa dan Guru TerancamDaripada memperbolehkan sekolah dibuka, mestinya pemerintah melakukan intervensi terhadap pembelajaran jarak jauh.
Baca lebih lajut »
Kasus Covid di Sekolah dan Kritik Atas Inkonsistensi Pusat |Republika OnlineBelasan siswa dan beberapa guru di Kalbar pada hari ini dinyatakan positif Covid-19
Baca lebih lajut »
FSGI Temukan Guru dan Siswa Positif Covid-19, Ini PersebarannyaFSGI menilai potret kebijakan pendidikan itu paradoks. Data menunjukkan penyebaran covid-19 di Indonesia makin tinggi, tetapi di sisi lain kebijakan pendidikan dibuka atau dilonggarkan.
Baca lebih lajut »
Ringkasan: Kritik terhadap Pelibatan TNI Mendisiplinkan Masyarakat dan Posisi BINPendisiplinan Masyarakat oleh TNI Menuai Kritik
Baca lebih lajut »