BI memastikan nilai tukar rupiah tetap stabil
Foto: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Maret 2023. Di tengah gejolak yang ditimbulkan oleh kolapsnya beberapa bank besar di AS, Bank Indonesia memastikan nilai tukar rupiah tetap terjaga.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa bank sentral tetap menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian pasar global sejalan dengan pelemahan hampir di seluruh mata uang. "Nilai tukar pada 15 Maret sedikit terdepresiasi sebesar 0,75% secara point to point dibandingkan level di akhir Februari 2023," kata Perry dalam paparan hasil RDG Maret, Kamis .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Perkuat Ekspansi Layanan Perbankan Digital, PermataBank Hadirkan Perbankan Modern dan Inovatif dMEDAN, SUMUTPOS.CO– Setelah meluncurkan beberapa kantor cabang dengan konsep Model Branch di pulau Jawa dan Bali, PermataBank kembali melakukan ekspansi modernisasi perbankan digital dengan peluncurannya di wilayah Sumatra. PermataBank Cabang Zainul Arifin dan Podomoro City - Medan serta Cabang Palm
Baca lebih lajut »
Saham Global Jatuh Akibat Krisis Perbankan di AS |Republika OnlinePasar obligasi pemerintah mengalami reli terbesar selama satu dekade.
Baca lebih lajut »
Kenaikan Harga Emas karena Krisis Perbankan TerhentiHarga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi US$ 1.909,55 per ons dan harga emas berjangka AS turun 0,3% menjadi US$ 1.910,90.
Baca lebih lajut »
Kengerian Krisis Perbankan AS, Pemerintah Akan Bailout?Dua bank besar AS mengalami kebangkrutan kurang dari seminggu dan memaksa regulator keuangan utama dan pemerintah setempat turun tangan pada hari Minggu.
Baca lebih lajut »
Dolar Temukan Pijakan di Awal Sesi Asia Saat Krisis Perbankan Reda |Republika OnlineThe Fed diprediksi melunak dalam kebijakan moneternya.
Baca lebih lajut »
Krisis Perbankan AS Menular ke Eropa, Credit Suisse Kesulitan LikuiditasKekhawatiran krisis perbankan AS menular ke Eropa menyusul kesulitan likuiditas Credit Suisse, asal Swiss.
Baca lebih lajut »