Kerusakan yang diakibatkan perseteruan AS-Saudi terakhir ini tampaknya jauh lebih parah dari perkiraan, dan karena adanya faktor Rusia. Sekalipun dapat terobati akan sulit pulih seperti sediakala. Opini AdadiKompas
Berita mengejutkan datang dari Washington yang menyebutkan Presiden Amerika Serikat Joe Biden murka terhadap Pangeran Mohammed bin Salman, pemimpinArab Saudi, karena penolakan Riyadh untuk meningkatkan produksi minyaknya. Sebaliknya, kartel minyak dunia terbesar OPEC+ justru memutuskan mengurangi produksi minyaknya.
Amerika Serikat berusaha menekan Arab Saudi, mitra utamanya di Timur Tengah, untuk memproduksi lebih banyak minyak guna mengisi kekurangan pasokan global dan menahan peningkatan harga karena perang Rusia-Ukraina.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Iran Akui Pasok Drone ke Rusia, Sebelum Invasi ke UkrainaIran mengakui telah memasok drone ke Rusia, pada Sabtu sebelum invasi Rusia ke Ukraina.
Baca lebih lajut »
PKS DKI Nilai Wajar Banyak Kerusakan Fasilitas RPTRA Era AhokAnggota DPRD DKI Eneng Malianasari mengkritik fasilitas di RPTRA Manggis, Palmerah era Ahok yang rusak. Fraksi PKS menilai kerusakan tersebut wajar terjadi
Baca lebih lajut »
Suplemen Kunyit Diduga Picu Kerusakan Hati, Kasusnya Meningkat di AS |Republika OnlineMasyarakat diserukan untuk berhati-hati dalam mengonsumsi suplemen kunyit.
Baca lebih lajut »
'Musuh' AS Tambah Banyak, Joe Biden Akui PusingGedung Putih Amerika Serikat resah melihat sekutu Rusia yang makin bertambah.
Baca lebih lajut »
Petani Tebu Curhat Pupuk Mahal, Jokowi: Bahan Baku dari Ukraina-Rusia, Lagi PerangPresiden Joko Widodo (Jokowi) mendengar langsung keluhan dari para petani tebu jika harga pupuk saat ini mahal saat dialog dengan petani tebu di Mojokerto, Jawa...
Baca lebih lajut »
Rusia dan Iran Rekrut Mantan Pasukan Afghanistan yang Dilatih ASSebagian mantan anggota pasukan khusus Afghanistan yang melarikan diri ke Iran setelah Taliban mengambil alih pemerintahan di Afghanistan, kini direkrut untuk berperang membantu Rusia di Ukraina. Mantan pasukan Afganistan itu juga membantu Iran dalam perang di Yaman, kata dua mantan pejabat...
Baca lebih lajut »