Tottenham diprediksi kehilangan pendapatan sebesar 200 juta pound (Rp 3,5 triliun).
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Tottenham Hotspur harus meminjam uang ke Bank of England sebesar 175 juta pound atau Rp 3,1 triliun. Langkah itu diambil Spurs lantaran kesulitan keuangan yang mereka hadapi dampai dari pandemi Covid-19. Baca Juga Tottenham diprediksi kehilangan pendapatan sebesar 200 juta pound sampai Juni 2021 karena pandemi. Sebab tidak ada pertandingan maupun event olahraga dan non-olahraga di stadion baru yang sudah menghabiskan banyak uang klub asal London tersebut.
"Saya bilang di awal pada 18 Maret, dalam 20 tahun saya di klub, ada banyak melewati rintangan, tapi tidak sebesar ini. Pandemi Covid-19 telah menunjukkan telah jadi masalah serius," kata Levy, dikutip dari Sky Sports, Jumat .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Anjlok Rp 16.000, Emas Antam Pagi Ini Dijual Rp 904.000/GramAnjlok! Harga logam mulia atau emas batangan Antam hari ini turun Rp 16.000. Mau jual emas? Segini harga buybacknya: HargaEmas Antam via detikfinance
Baca lebih lajut »
Dianggarkan Rp 5,6 T, Insentif Tenaga Medis Cair Rp 10,45 MMenkeu Sri Mulyani mengatakan insentif untuk tenaga medis yang menangani corona sudah cair Rp 10,45 miliar.
Baca lebih lajut »
Cek Harga Mobil Bekas Nissan, Juke Dijual Rp 100 Jutaan, Serena Rp 240 JutaanMobil bekas besutan Nissan bisa menjadi opsi menarik bagi detikers yang ingin mobil bekas harga miring. Dibandingkan merek mobil lainnya, depresiasi alias penurunan harga mobil Nissan memang cukup tinggi. Berikut list lengkapnya! nissan via detikoto
Baca lebih lajut »
Emas Antam Tergerus Rp 14.000 Per GramHarga per 50 gram: Rp 42,345 juta.
Baca lebih lajut »
KPK Periksa 2 Saksi Dalami Kasus Suap dan Gratifikasi Rp 46 Miliar di MAKedua saksi tersebut yakni pegawai negeri sipil Pudji Astuti dan Onggang J Napitu selaku wiraswasta.
Baca lebih lajut »
Cari SUV Murah, Diskon Suzuki XL7 Tembus Rp 15 JutaSaat situasi yang kurang menentu karena imbas dari penyebaran virus corona, sejumlah diler menawarkan program diskon menarik untuk konsumen.
Baca lebih lajut »