Rusia dan China akan membahas hubungan lebih erat selama lawatan Presiden Putin ke Beijing untuk hadiri Olimpiade Musim Dingin. Kedua negara juga mengkaji pembangunan pipa gas baru ke China, di tengah perseteruan Rusia dan NATO terkait Ukraina.
Rusia dan China akan membahas hubungan gas dan keuangan yang lebih erat selama lawatan Presiden Vladimir Putin ke Beijing untuk menghadiri Olimpiade Musim Dingin. Kedua negara juga sedang mengkaji ide lama untuk pipa gas baru ke China, demikian menurut Kremlin, Rabu .
Ushakov mengatakan kemungkinan Rusia membangun pipa gas baru ke China melalui Mongolia sedang dipertimbangkan. Ini adalah proyek yang sudah lama dibahas dan realisasi sepenuhnya akan memakan waktu bertahun-tahun. Tetapi kunjungan Putin dilakukan saat keandalan pasokan gas Rusia ke Eropa dipertanyakan oleh beberapa politisi Barat dan ketika Moskow ingin menunjukkan bahwa Rusia berpotensi memiliki pilihan lain meskipun hal itu tidak realistis terwujud secepatnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Putin Beberkan Alasan yang Memungkinkan Rusia Perang dengan NATOAlasan yang memungkinkan Rusia perang dengan NATO adalah bergabungnya Ukraina ke blok militer pimpinan AS tersebut. Presiden Vladimir Putin membeberkan alasan yang...
Baca lebih lajut »
Soal Ukraina, Putin Anggap Barat Abaikan RusiaPresiden Vladimir Putin pada Selasa (1/2/2022) menuduh Barat mengabaikan masalah keamanan Moskwa.
Baca lebih lajut »
Putin Tuduh AS Coba Memancing Rusia ke Dalam PerangPresiden Rusia Vladimir Putin menuduh Barat sengaja menciptakan skenario yang dirancang untuk memancingnya ke dalam perang dan mengabaikan masalah keamanan Rusia... | Halaman 2
Baca lebih lajut »
Putin Tuding Barat Abaikan Kekhawatiran Keamanan RusiaPutin mengulangi tuntutan Rusia untuk mendapat jaminan keamanan yang mengikat secara hukum terhadap ancaman ekspansi NATO lebih lanjut.
Baca lebih lajut »
Doswidania, Bye bye, Jelita Tatiana: Kala Bung Karno Tinggalkan Sovyet Rusia ke China |Republika OnlineStalingrad Library simpan 30 karya tulis pujangga Betawi Muhammad Bakir
Baca lebih lajut »