KPU Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, meminta dana tambahan untuk pengadaan APD Covid-19 bagi petugasnya.
Namun, permintaan dana tambahan Pilkada tersebut tak disanggupi Pemkot Balikpapan.
Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan pemkot tidak bisa menanggulangi dana tersebut karena semua dana hasil refocusing telah diarahkan untuk penanganan Covid-19. “Karena itu kita enggak bisa sanggupi permintaan itu,” ungkap Rizal melalui keterangan tertulis dari Humas Pemkot Balikpapan. Pemerintah Kota Balikpapan, kata Rizal, telah menganggarkan dana hibah bagi KPU senilai Rp 53,98 miliar dan Rp 11,54 miliar untuk Bawaslu dalam penyelenggaraan Pilkada Kota Balikpapan 2020.Halaman Selanjutnya
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
KPU Terbitkan Edaran Tahap Pilkada 2020 sesuai Protokol CovidKPU RI menerbitkan Surat Edaran tentang pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang sesuai protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.
Baca lebih lajut »
KPU Jelaskan Urgensi Pilkada Serentak pada Desember |Republika OnlineKPU memiliki empat alasan urgensi menggelar Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020.
Baca lebih lajut »
Komisioner Ungkap 4 Alasan KPU Tetap Gelar Pilkada Saat PandemiMenurut I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi ada 4 alasan mengapa Pilkada tetap digelar saat pandemi.
Baca lebih lajut »
Anggota KPU: Setidaknya ada empat alasan urgensi Pilkada digelar 2020Anggota KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengatakan jika pilkada harus dilanjutkan setelah pandemik berakhir, tapi saat ini tidak ada satu pun yang bisa memastikan kapan COVID-19 berakhir. Pilkada pilkada2020 Covid_19
Baca lebih lajut »
KPU: Biaya Pilkada Per Pemilih Capai Rp 94.310KPU menghitung biaya Pilkada serentak tahun 2020 mencapai Rp 94.310 per pemilih.
Baca lebih lajut »
Trump Minta Pengujian Covid-19 Jangan Terlalu Cepat |Republika OnlineTrump minta perlambat tes Covid-19 untuk hindari statistik wabah yang terlihat buruk
Baca lebih lajut »