Hanya 30 persen penyandang disabilitas paham protokol pencegahan penularan Covid-19.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyatakan media informasi tentang Covid-19 belum inklusif bagi para penyandang disabilitas, termasuk anak-anak. Kesimpulan ini berdasarkan survei terhadap penyandang disabilitas.
"Temuan utamanya adalah 81 persen penyandang disabilitas terdampak serius pandemi Covid-19, terutama di bidang ekonomi, sosial, dan kesehatan," tuturnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pemkab Garut Bentuk Kelompok Informasi Pencegah Covid-19 |Republika OnlineKelompok ini berada di posisi terdepan agar dapat menanggapi masalah dengan cepat
Baca lebih lajut »
19.000 Petugas Pilkada di Sumut Akan Jalani Rapid Test Covid-19Sebanyak 19.000 orang petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) Pilkada Serentak di Sumut akan menjalani rapid test yang dimulai 8-14 Juli 2020.
Baca lebih lajut »
Masa Tanggap Darurat Covid-19 di Banyumas DiperpanjangBanyumas belum dapat memasuki fase kenormalan baru karena masih ada klaster-klaster penyebaran kasus korona.
Baca lebih lajut »
Depok Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19Wali Kota Depok Mohammad Idris menyatakan masa tanggap darurat Covid-19 diperpanjang mulai Rabu (1/7).
Baca lebih lajut »