KPK Didesak Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Bawang Merah di Polda NTT

Indonesia Berita Berita

KPK Didesak Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Bawang Merah di Polda NTT
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 jpnncom
  • ⏱ Reading Time:
  • 24 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 13%
  • Publisher: 59%

ARAKSI mendesak KPK mengambil alih kasus dugaan korupsi bawang merah di Kabupaten Malaka, NTT. KPK

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi didesak untuk mengambil alih kasus dugaan korupsi bawang merah di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur . Kasus tersebut kini tengah ditangani oleh Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur . Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia Alfred Baun saat menyambangi Gedung KPK mengatakan, kasus tersebut telah menetapkan sembilan tersangka. Bahkan, menurut perhitungan BPKP, kerugian negara yang ditaksir senilai Rp 4,9 miliar.

Baca Juga: "Karena kasus itu P19 sudah tiga kali, tetapi tak kunjung selesai tidak sampai di P21 dan permintaan kami itu disetujui oleh KPK untuk mengambil alih kasus ini," kata Alfred di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu . Alfred mengklaim Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda NTT telah menyetujui agar kasus dugaan korupsi bawang merah di Kabupaten Malaka diambil alih oleh KPK. Karena, kasus tersebut tak kunjung naik ke persidangan.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

jpnncom /  🏆 25. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

KPK Diminta Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Bawang Merah di Polda NTTKPK Diminta Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Bawang Merah di Polda NTT
Baca lebih lajut »

Cerita Mahasiswa Asal NTT Jadi Paskibra di KJRI MelbourneCerita Mahasiswa Asal NTT Jadi Paskibra di KJRI MelbourneChristopher Arnold Sutanto (20) menceritakan pengalamannya menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI)
Baca lebih lajut »

Presiden Jokowi Diberi Nama 'Ama Rihi Jaka' oleh Masyarakat Sabu Raijua, NTTPresiden Jokowi Diberi Nama 'Ama Rihi Jaka' oleh Masyarakat Sabu Raijua, NTTAma Rihi Jaka atau Jaka Muri Lai Rihi Mudde Para Mengngi berarti setiap makluk hidup (tumbuhan) akan selalu berkembang atau memunculkan tunas baru.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-03-31 17:18:20